Spanduk Protes Warga Permata Baloi Hilang Misterius, Warga Siap Pasang Lagi di Lokasi Lebih Mencolok
Spanduk protes warga Permata Baloi, Baloi Indah, Lubuk Baja, Kota Batam, hilang secara misterius, Kamis (17/04/2025) subuh. (Foto. batamnews.co.id).
Batam, Batamnews - Aksi penolakan warga Perumahan Permata Baloi, Kelurahan Baloi Indah, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, terhadap proyek pembukaan jalan dari Baloi Apartemen menuju kawasan perumahan mereka kembali memanas. Dua spanduk protes yang dipasang warga tiba-tiba hilang secara misterius pada Kamis dini hari (17/4/2025).
Spanduk tersebut sebelumnya dipasang di akses jalan yang kini ditutup menggunakan spandek proyek, sebagai bentuk penolakan warga atas proyek yang dianggap meresahkan dan berdampak buruk bagi lingkungan tempat tinggal mereka.
Kabar hilangnya spanduk pertama kali diketahui oleh warga sekitar pukul 05.00 WIB, saat salah satu warga terbangun dan melihat dua spanduk aspirasi itu sudah tidak ada lagi.
“Iya, dua spanduk protes yang dipasang di spandek itu hilang subuh tadi. Ketahuannya pas ada warga bangun dan lihat sudah tidak ada lagi,” ujar Cai, warga Permata Baloi, kepada Batamnews.
Meski kecewa, warga tidak tinggal diam. Mereka telah sepakat akan mencetak ulang dan memasang spanduk baru di lokasi yang lebih mencolok, agar aspirasi mereka tidak kembali dihilangkan secara sepihak.
“Kami akan buat lagi spanduknya. Kemungkinan akan dipasang di depan proyek jalan yang sedang dikerjakan di kawasan perumahan kami,” tegas Cai.
Sebelumnya, warga Permata Baloi Blok G1 No.1 hingga No.20 telah secara terbuka menolak keras proyek pembukaan jalan dari Baloi Apartemen ke perumahan mereka. Warga menilai, proyek tersebut mengganggu kenyamanan, merusak tata ruang, serta menurunkan nilai properti karena posisi rumah mereka akan berada di ujung atau disebut “tusuk sate”.
“Jika jalan itu dibuka, posisi rumah kami menjadi tusuk sate, dan itu sangat merugikan secara psikologis maupun nilai properti,” ungkap Andy, perwakilan warga.
Untuk menyuarakan penolakan mereka, warga telah mengajukan surat keberatan ke Kelurahan, Kecamatan, hingga Kepolisian. Surat tersebut kemudian direspons dengan undangan resmi untuk audiensi di Aula Kantor Lurah Baloi Indah pada Rabu (16/4/2025) pukul 11.00 WIB.
Dalam aksi tersebut, warga juga membawa beberapa spanduk dengan isi tuntutan mereka, antara lain:
- Kami Warga Permata Baloi Blok G1 No.1 - 20 Menolak Dengan Keras Pembukaan Jalan Dari Baloi Apartemen ke Permata Baloi.
- Membongkar Timbunan Sungai Samping Apartemen.
- Membuka Spandek Akses ke DAS.
Andy menegaskan bahwa warga tidak anti terhadap pembangunan, namun meminta agar setiap proyek yang dijalankan harus memperhatikan aspek kenyamanan, keselamatan, dan keterlibatan masyarakat sekitar.
“Kami berharap pemerintah merespons cepat keluhan kami dan menjalankan aturan dengan adil. Jangan sampai masyarakat merasa dikorbankan demi proyek yang tidak dikomunikasikan secara terbuka,” tutup Andy.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pihak yang mengakui bertanggung jawab atas hilangnya dua spanduk tersebut. Warga pun terus bersiaga dan siap melanjutkan perjuangan mereka untuk menjaga lingkungan hunian yang nyaman dan aman.
Komentar Via Facebook :