Kasus Proyek Dermaga Batu Ampar, Eks Kepala BP Batam Rudi Dicecar Lebih dari 15 Pertanyaan
Gedung Ditreskrimsus Polda Kepri. (Foto. istimewa)
Batam, Batamnews - Penyidik Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau (Kepri) memeriksa mantan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, terkait dugaan kasus korupsi dalam proyek revitalisasi Dermaga Batu Ampar, Kota Batam.
Pemeriksaan terhadap Rudi dilakukan secara intensif pada Kamis, 10 April 2025 kemarin. Dirkrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Silvester Mangombo Simamora, menyebutkan bahwa lebih dari 15 pertanyaan diajukan kepada Rudi dalam pemeriksaan tersebut.
"Lebih dari 15 pertanyaan diajukan ke mantan Kepala BP Batam," ungkap Kombes Silvester kepada Batamnews, Senin, 14 April 2025 pagi.
Penyidik, lanjutnya, masih terus mendalami kasus ini dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi lainnya guna mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan. "Hingga saat ini, belum ada penetapan tersangka karena proses pemeriksaan saksi masih berjalan," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, Mantan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau (Kepri), Kamis, 10 April 2025. Pemeriksaan ini terkait dugaan kasus korupsi dalam proyek revitalisasi Dermaga Batu Ampar, Batam.
Rudi tiba di Gedung Polda Kepri sekitar pukul 10.00 WIB dengan mengendarai mobil mewah BMW berpelat nomor 9 RVR. Hingga siang hari, pemeriksaan terhadap dirinya masih berlangsung di ruang penyidik.
Pemeriksaan terhadap Rudi merupakan bagian dari rangkaian penyelidikan yang telah dilakukan sebelumnya. Pada Rabu, 19 Maret 2025 lalu, Subdit Tipikor Polda Kepri juga telah menggeledah ruang Pusat Perencanaan Strategis BP Batam dan menyita sejumlah dokumen penting yang berkaitan dengan proyek revitalisasi dermaga.
Proyek revitalisasi Dermaga Batu Ampar sendiri merupakan salah satu proyek strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan sektor logistik di Batam. Namun, proyek ini kini menjadi sorotan akibat dugaan penyimpangan dalam pelaksanaannya.

Komentar Via Facebook :