Listrik PLN di Desa Rejai Lingga Resmi Beroperasi 24 Jam
Gubernur Kepri didampingi Bupati dan Wakil Bupati Lingga saat meresmikan pengoperasian listrik PLN 24 jam di Desa Rejai. (Foto: dok.Diskominfo)
Lingga, Batamnews – Setelah meninjau lokasi kebakaran di Kelurahan Senayang pada Selasa pagi, 8 April 2025, Bupati Lingga Muhammad Nizar bersama Wakil Bupati Novrizal langsung melanjutkan agenda dengan bertolak ke Desa Rejai, Kecamatan Bakung Serumpun. Di sana, mereka mendampingi Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, dalam kegiatan peresmian layanan listrik 24 jam yang digelar di kantor PLN Desa Rejai.
Peresmian ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Rejai, yang sebelumnya hanya menikmati pasokan listrik dalam durasi terbatas. Dengan resminya layanan listrik 24 jam penuh, warga kini dapat merasakan akses energi yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Gubernur Ansar Ahmad menyampaikan bahwa kehadiran listrik 24 jam di wilayah kepulauan seperti Rejai merupakan bentuk komitmen pemerintah provinsi untuk mendorong pemerataan pembangunan hingga ke pelosok daerah.
“Listrik bukan sekadar penerangan, tapi fondasi utama kemajuan daerah. Dengan listrik yang menyala penuh, kita berharap akses komunikasi meningkat, proses pendidikan berjalan lebih baik, dan taraf kehidupan masyarakat pun ikut terangkat,” ujar Gubernur Ansar.
Bupati Lingga Muhammad Nizar turut menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian Pemerintah Provinsi Kepri terhadap kebutuhan dasar masyarakat di wilayah pesisir.
“Ini adalah langkah besar dalam membuka isolasi energi di daerah kepulauan. Kami yakin listrik 24 jam akan membawa dampak positif di berbagai sektor, termasuk ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik,” kata Bupati Nizar.
Warga Desa Rejai pun menyambut gembira kehadiran layanan listrik ini. Banyak yang berharap dengan adanya listrik yang stabil, kegiatan produktif masyarakat bisa lebih berkembang, terutama bagi pelaku UMKM, pelajar, dan sektor kesehatan.
Dengan peresmian ini, PLN dan Pemprov Kepri terus berupaya menjawab kebutuhan energi masyarakat di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), sebagai bagian dari program pemerataan dan transformasi energi nasional.

Komentar Via Facebook :