Arus Mudik dan Balik Meningkat Drastis di Lingga Saat Ching Ming Berbarengan dengan Lebaran
Ratusan penumpang padati Pelabuhan Jagoh Dabosingkep.
Lingga, Batamnews – Bertepatan dengan perayaan Sembahyang Tiong Hua atau Ching Ming, arus mudik dan balik penumpang di Kabupaten Lingga, khususnya dari dan ke Batam, mengalami peningkatan hampir seratus persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu supir travel di Dabosingkep, Adi, menjelaskan bahwa puncak perayaan Ching Ming akan berakhir pada 4 April 2025, yang bertepatan dengan hari keempat Lebaran Idul Fitri.
"Tidak hanya pada hari kedua Lebaran, bahkan sejak hari pertama, penumpang sudah ramai, terutama yang berasal dari Batam, baik yang datang maupun yang kembali. Bahkan, pada hari kedua Idul Fitri, banyak penumpang yang tidak kebagian tiket kapal tujuan Batam," ujarnya, Rabu, 2 Maret 2025 kepada batamnews.
Baca juga: Update Cuaca Lebaran 3 April 2025 di Batam: Berawan Sepanjang Hari, Cocok untuk Silaturahmi
Kabupaten Lingga, khususnya Kota Dabo, dikenal sebagai wilayah dengan banyak pemakaman leluhur Tionghoa di Kepulauan Riau. Sejarah mencatat, orang-orang Tionghoa telah memasuki Pulau Singkep sejak abad ke-9, saat wilayah ini masih berada di bawah Kerajaan Riau-Lingga.
Mereka datang melalui Laut China Selatan, yang kini dikenal sebagai Laut Natuna Selatan, pada masa Dinasti Tang (618-907 M).
Di Daik Lingga, ibu kota Kabupaten Lingga, bahkan terdapat Kampung China yang telah ada sejak zaman Kerajaan Riau-Lingga. Lokasinya tidak jauh dari pusat pemerintahan kabupaten.
Tradisi Ching Ming, sering disebut sebagai Hari Pembersihan Makam atau "Kecerahan Murni," merupakan momen penting untuk menghormati leluhur.
Meskipun banyak hari libur Tiongkok yang berorientasi pada pemujaan leluhur, Ching Ming adalah yang terbesar. Kesalehan anak menjadi aspek utama budaya Tionghoa, sehingga tak heran jika perayaan ini sangat dinantikan.
Baca juga: Update Arus Mudik 2025: Polres Natuna Pantau Kelancaran di Pelabuhan Binjai
Selain sebagai bentuk penghormatan, Ching Ming juga menandai datangnya musim semi dan persiapan musim tanam di sebagian besar wilayah Tiongkok.
Bahkan tradisi Ching Ming hampir mirip dengan tradisi ziarah kubur di Idul Fitri, karena banyak perantau yang pulau saat Idul Fitri mendatangi makam orang tua dan sanak saudara mereka.
Demikian juga dengan tradisi Ching Ming, mesti tidak berbarengan dengan Hari Raya Imlek, namun tradisi ini juga merupakan ziarah kubur ke orang tua, leluhur dan kaum kerabat yang begitu sakral bagi orang Tionghua.
Perpaduan antara tradisi Ching Ming dan Lebaran Idul Fitri tahun ini membuat arus perjalanan di Lingga semakin padat, menunjukkan harmoni budaya yang hidup di masyarakat.

Komentar Via Facebook :