Pemain Timnas asal Lingga Ramadhan Sananta Dihukum Larangan Bermain 2 Pertandingan dan Denda

Pemain Timnas asal Lingga Ramadhan Sananta Dihukum Larangan Bermain 2 Pertandingan dan Denda

M Ramadhan Sananta saat membela Timnas Indonesia.

Nurjali

Tanjungpinang, Batamnews - Komite Disiplin (Komdis) PSSI kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga fair play dan profesionalisme dalam sepak bola nasional. 

Sidang Komdis pada 19 Desember 2024 menghasilkan sejumlah keputusan sanksi yang dikenakan kepada pemain, ofisial, dan tim di berbagai kompetisi.

Salah satu perhatian utama adalah hukuman untuk M. Ramadhan Sananta, penyerang Timnas Indonesia yang membela Persis Solo. Sananta dijatuhi larangan bermain sebanyak dua pertandingan dan denda sebesar Rp10 juta. 

Hukuman ini diberikan atas tindakannya yang menyikut wajah pemain lawan pada laga Persis Solo melawan PSBS Biak pada 16 Desember 2024. Insiden tersebut juga membuatnya menerima kartu merah langsung.

Baca juga: Presiden Suntik Dana Tambahan untuk PSSI Demi Pencapaian Prestasi Timnas Indonesia

Tidak hanya pemain senior, Komdis juga memberikan teguran keras kepada beberapa ofisial tim junior yang terlibat dalam pelanggaran administratif. Misalnya, Ikram Selang dari Malut United FC U16 mendapat teguran keras akibat melakukan protes berlebihan kepada wasit. 

Tim PSBS Biak U16 juga dikenakan denda Rp10 juta karena tidak didampingi dokter tim saat bertanding melawan Semen Padang U16.

Di kompetisi utama BRI Liga 1, selain Sananta, pemain Persebaya Surabaya Ardi Idrus juga menerima hukuman serupa. 

Ia dilarang bermain dalam dua pertandingan dan didenda Rp10 juta atas tindakannya yang melanggar fair play dengan menyerang wajah pemain lawan saat melawan Semen Padang. 

Sementara itu, pemain Barito Putera, Nor Halid, dijatuhi sanksi larangan bermain satu pertandingan dan denda Rp10 juta karena menghalangi lawan mencetak gol.

Komdis PSSI juga menyoroti pelanggaran administratif lainnya, seperti yang dilakukan oleh ofisial Persis Solo di kategori U18 dan U20. 

Beberapa ofisial tidak terdaftar dalam Daftar Susunan Ofisial tetapi hadir di bangku cadangan tim. Hukuman yang diberikan bervariasi, mulai dari teguran keras hingga denda sebesar Rp10 juta.

Baca juga: Laita Ro’ati Masykuroh Raih Kiper Terbaik di Piala AFF Putri 2024

Keputusan ini mencerminkan sikap tegas PSSI dalam menegakkan disiplin dan menjaga integritas kompetisi. Ketua Komdis PSSI menyatakan bahwa hukuman ini bertujuan untuk memberikan efek jera sekaligus mendorong semua pihak untuk mematuhi aturan yang ada.

Dengan tindakan ini, diharapkan seluruh pelaku sepak bola di Indonesia dapat lebih bertanggung jawab, baik di dalam maupun di luar lapangan, sehingga suasana kompetisi tetap sportif dan profesional. 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :