Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Pemancing Hilang di Pantai Bahagia, Nongsa
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian terhadap jasad pemancing yang hilang di Pantai Bahagia, Nongsa, Batam, Minggu (15/12/2024) pagi. (Foto. Istimewa).
Batam, Batamnews – Tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap Habib Maulana (20 tahun) yang dilaporkan hilang setelah terseret arus di perairan Pantai Bahagia, Sambau, Nongsa, Batam pada Minggu, 15 Desember 2024, sekitar pukul 10.00 WIB. Titik koordinat kejadian tercatat di 1°11'38.25" N dan 104°5'41.13" E.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, menjelaskan bahwa laporan kejadian diterima pada Minggu siang pukul 12.10 WIB dari seorang warga bernama Ahmat. Peristiwa bermula ketika delapan warga Batam pergi memancing di Pantai Bahagia saat air laut sedang surut. Namun, kondisi berubah drastis ketika air laut tiba-tiba pasang.
"Dari delapan orang, enam berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepi pantai. Sementara itu, Ari Efendi (29 tahun) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Batam. Satu korban lagi, Habib Maulana, masih dinyatakan hilang," jelas Fazzli, Senin, 16 Desember 2024.
Enam warga yang berhasil selamat dalam insiden ini adalah:
- M. Dino (22 tahun)
- Andhika (24 tahun)
- Aris (21 tahun)
- Vito (17 tahun)
- Yudha (19 tahun)
- Yudha (21 tahun)
Baca juga: Peningkatan Kapasitas Suplai Air, Sejumlah Wilayah Batam Alami Gangguan Sementara
Operasi SAR dilanjutkan pada Senin pagi, 16 Desember 2024, pukul 07.00 WIB. Tim SAR dibagi menjadi dua kelompok dengan area pencarian seluas 3 nautical mile (NM).
Tim pertama menyisir perairan Pantai Bahagia bagian timur hingga perairan Nongsa Point dan alur pelayaran Pelabuhan Nongsa Pura. Tim kedua bergerak ke pesisir garis Pantai Nongsa bagian barat hingga perairan sekitar Pulau Putri.
Dalam upaya pencarian ini, tim SAR menggunakan berbagai metode, antara lain: Pencarian permukaan air menggunakan perahu karet. Pencarian bawah air menggunakan alat selam dan pendeteksi Aqua Eye. Penyisiran visual di area dangkal dan pesisir pantai.Penggunaan drone thermal untuk mendeteksi keberadaan korban.
"Kami juga menyiagakan tim medis dan ambulans untuk proses evakuasi jika korban ditemukan," tambah Fazzli.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Batam, Senin 16 Desember 2024: Cerah Berawan, Potensi Hujan Ringan Siang Hari
Operasi ini melibatkan sejumlah tim SAR gabungan, di antaranya, Kantor SAR Tanjungpinang (9 personel), Pos SAR Batam (5 personel), Polair Polda Kepri (10 personel), Binpotmar (5 personel), Polsek Nongsa (4 personel), Babinkamtibmas (2 personel), Masyarakat Pantai Bahagia (15 orang).
Adapun peralatan pendukung meliputi, 1 unit rubber boat, 1 set Aqua Eye (alat pendeteksi bawah air), 1 set alat selam, 1 set alat komunikasi (Alkom), 1 set responder bag.
Fazzli menegaskan bahwa pencarian dilakukan secara intensif dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada. "Pencarian terus kami lakukan dengan metode dan peralatan lengkap. Kami berharap korban segera ditemukan," pungkasnya.
Operasi pencarian ini mendapat perhatian dari masyarakat sekitar yang berharap upaya Tim SAR gabungan dapat menemukan korban dalam keadaan selamat.

Komentar Via Facebook :