Rentetan Peristiwa Gantung Diri di Kabupaten Karimun Selama 2024, Dari Ibu Muda hingga Pegawai Rumah Sakit
Rentetan peristiwa gantung diri di Kabupaten Karimun. Foto.Ilustrasi
Karimun, Batamnews - Rentetan peristiwa gantung diri selalu saja terjadi di beberapa daerah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di tahun 2024, tak terkecuali di Kabupaten Karimun.
Ada beberapa rentetan peristiwa gantung diri di Karimun yang dirangkum Batamnews dalam setahun ini. Pemicu aksi nekat ini berbagai macam, masalah ekonomi, keluarga hingga yang lainnya.
Ibu Muda Gantung Diri
Seorang ibu rumah muda Kelurahan Teluk Uma, Kecamatan Tebing di temukan gantung diri di kamarnya.
Ibu muda inisial Rs (37) itu ditemukan pertama kali oleh anak sulungnya, di dalam kamar rumah mereka. Korban diketahui memiliki dua orang anak, satu berusia 8 tahun dan satu lagi 5 tahun.
Menurut keterangan Kapolsek Tebing AKP Binsar Samosir, korban ditemukan pertama kali oleh anak sulungnya yang masih berusia 8 tahun. Saat kejadian, korban ini hanya berdua dengan anaknya di rumah, sementara suaminya sedang bekerja.
Ibu Muda Ditemukan Gantung Diri
Seorang ibu muda berinisial R (28) juga ditemukan gantung diri di Kampung Manda, Kelurahan Teluk Air, Kecamatan Karimun.
Korban meninggalkan dua anak, berusia 7 dan 3 tahun. Tidak ada tanda-tanda sebelumnya yang menunjukkan bahwa korban memiliki masalah baik di rumah maupun dengan tetangga.
Jenazah korban yang ditemukan tergantung dengan kondisi leher terjerat seutas tali. Saat itu, korban mengenakan baju kaos putih dan celana hitam. Setelah pihak kepolisian dan tim Inafis Polres Karimun melakukan olah TKP, jenazah ibu muda tersebut dibawa ke RSUD Muhammad Sani.
Seorang Pria di Pongkar Gantung Diri
Rentetan peristiwa gantung diri juga dialami seorang pria berinisial AH (42) di desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Karimun.
Kanit Reskrim Polsek Tebing Ipda Syukri membenarkan kejadian gantung diri di Desa Pongkar tersebut. Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kematiannya. Jenazah korban dibawa ke RSUD Muhammad Sani untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Tulis Surat Gantung Diri
Seorang pria yang tinggal di Dusun III Poyo Sri Mulyo, Desa Sungai Asam, Kecamatan Belat, Kabupaten Karimun, Kepulauran Riau, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Keputusan tragis ini diduga dipicu oleh kekecewaan dalam hubungan asmara dengan seorang wanita.
Saat jenazah korban ditemukan, kondisinya sudah tidak bernyawa dengan tali yang digunakan untuk gantung diri terikat di lehernya.
Di sekitar lokasi kejadian, ditemukan sebuah catatan yang diduga ditulis oleh korban, yang berisi pesan kekecewaan dan permintaan maaf kepada orang-orang terdekatnya.
Pria Gantung Diri
Seorang pria berusia 47 tahun, ditemukan gantung diri di sebuah rumah samping Perpustakaan Daerah Kabupaten Karimun, Kepri, 6 Januari 2024.
Korban yang diketahui bernama Hendy Sanstria, ditemukan pertama kali oleh abangnya bernama Hendra dalam posisi gantung diri di kamarnya sekira pukul 09.30 WIB.
Seorang abang korbang lainnya, Arel mengatakan, korban terakhir terlihat pada Minggu, 4 Februari 2024. Dan pada Senin, korban sudah tidak terlihat oleh pihak keluarganya.
Pemuda Gantung Diri
Seorang pemuda berinisial Br nekat gantung diri. Kematian Br secara tragis ini sempat menyibukkan kepolisian Polsek Tebing karena harus melakukan penyelidikan lebih teliti benarkah Br gantung diri.
Kanit Reskrim Polsek Tebing Ipda Fredyk S Harahap mengatakan, proses penyelidikan terhadap kasus gantung diri itu terus berjalan dengan memanggil sejumlah saksi-saksi penting dalam kasus tersebut.
Gantung Diri di Telaga Timah
Rentetan peristiwan gantung diri juga dilakukan seorang pria di
Telaga Timah, Kelurahan Sungai Lakam Barat Kecamatan Karimun, Rabu 31 Januari 2024.
Pria berusia sekitar 30 tahun, berinisial YA, memutuskan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumahnya.
YA ditemukan telah meninggal dunia oleh anggota keluarganya, yang disebut-sebut sebagai paman korban.
Pegawai RSUD Gantung Diri
Seorang pegawai RSUD Muhammad Sani Karimun, Provinsi Kepulauan Riau ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tergantung, Sabtu sore 20 Januari 2024.
Korban yang diidentifikasi sebagai Da (43), seorang petugas pemeliharaan kelistrikan, ditemukan pertama kali dalam posisi lehernya terjerat oleh seutas tali di tangga darurat lantai 6 RSUD Muhammad Sani Karimun.
Korban ditemukan oleh seorang satpam rumah sakit, yang segera memberikan laporan kepada pihak berwenang setelah menemukan jasad Da. Saat ini, berbagai pihak termasuk aparat kepolisian dari Polres Karimun dan Polsek Tebing tengah berada di lokasi untuk menyelidiki kejadian itu.
Itulah rentetan peristiwa gantung diri di Kabupaten Karimun di tahun 2024 yang sempat mengegerkan warga di lokasi kejadian.

Komentar Via Facebook :