Emiliano Martinez Cetak Sejarah, Raih Yashin Trophy Dua Kali Beruntun Meski Dicemooh di Ballon d'Or
Emiliano Martinez menjadi penjaga gawang pertama yang memenangkan Yashin Trophy.
Batam, Batamnews - Emiliano Martinez menjadi penjaga gawang pertama yang memenangkan Yashin Trophy untuk yang terbaik di dunia selama dua tahun berturut-turut, namun ia menghadapi sorakan keras saat memasuki upacara Ballon d'Or di Paris.
Kiper Aston Villa dan tim nasional Argentina ini dinobatkan sebagai yang terbaik di posisinya sekali lagi setelah keberhasilannya membawa Argentina menjuarai Copa America pada musim panas lalu.
Tahun sebelumnya, Martinez mengalahkan Ederson dari Manchester City, sementara kali ini Unai Simon dari Athletic Bilbao berada di posisi kedua.
"Ini sangat berarti bagi saya," ucap Martinez. "Saya selalu bermimpi bermain untuk tim nasional. Datang sebagai anak muda ke Inggris, ke Aston Villa, dan tim nasional. Menang sekali adalah kehormatan, menang dua kali berturut-turut saya hampir tak percaya. Gelar ini sangat berarti bagi keluarga dan teman-teman saya.”
Martinez, yang terkenal dengan gaya bermain dan perilakunya baik di dalam maupun di luar lapangan, mengakui dirinya bukanlah yang terbaik.
"Saya tidak melihat diri saya sebagai yang terbaik, ada banyak penjaga gawang hebat yang saya lihat setiap minggu. Saya hanya peduli pada kerja tim. Saya hanya ingin terus memperbaiki diri."
Di sisi lain, Martinez masih dianggap kontroversial di Prancis, terutama setelah menjadi "villain" pada final Piala Dunia 2022 dengan berbagai gestur yang memancing reaksi dari para fans.
Baca juga: Rodri Raih Ballon d'Or 2024, Kalahkan Vinicius Junior dan Jude Bellingham
Aksi yang paling mencolok adalah ketika ia membuat gestur provokatif setelah memenangkan penghargaan Sarung Tangan Emas dan mengadakan "minute’s silence" untuk Kylian Mbappe di ruang ganti tim Argentina.
Bahkan saat merayakan di Argentina, ia membawa boneka bayi dengan wajah Mbappe dalam parade kemenangan.
Taktik Martinez dalam memancing emosi lawan tampaknya berhasil, tetapi di Paris, ia jelas bukan sosok yang disukai pada malam penghargaan Ballon d'Or tersebut.

Komentar Via Facebook :