Skandal Rekaman Bagi-bagi Duit Ungkap Dana APBD Lingga Digunakan untuk Menangkan Caleg, Ada Dinas PUPR
Suasana Kantor Bupati Kabupaten Lingga, saat apel para pegawai negeri di jajaran pemerintah Lingga.
Tanjungpinang, Batamnews - Rekaman percakapan yang diduga melibatkan Bupati Lingga (MN) dan Ketua DPRD Lingga periode 2019-2024 (AN) bocor ke masyarakat, mengungkap fakta-fakta baru terkait dugaan permufakatan keduanya untuk menyalahgunakan uang rakyat demi kepentingan pribadi dan kelompok.
Dalam percakapan berdurasi 34 menit yang diduga terjadi pada Oktober 2023, disebutkan adanya penggunaan uang APBD Lingga Tahun Anggaran 2023 dan 2024 untuk mendukung calon legislatif (Caleg) dari partai yang dipimpin MN agar memenangkan kursi DPRD Lingga periode 2024-2029.
Dalam rekaman tersebut, MN dan AN membahas nominal dana yang berkisar antara Rp200 juta hingga Rp300 juta per Caleg. Jumlah tersebut bergantung pada hasil survei lapangan yang dilakukan oleh tim survei yang juga dibiayai oleh MN dengan total dana sekitar Rp350 juta.
Baca juga: Dugaan Kasus Korupsi di Kabupaten Lingga, Ketua Umum BPI KPNPA RI Minta Kejaksaan Segera Bertindak
“Udah dikasih dua ratus lima puluh, masih kuranglah. Tapi, sudah diakhir nanti bulan Februari (2024), nambah-nambah sikit, kawan kasih seratus – seratus gitu,” ujar MN.
Dana tersebut diduga berasal dari fee sejumlah proyek pengadaan barang dan jasa pada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lingga.
MN juga menyebut bahwa komitmen untuk pemenangan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 masih berjalan dengan dukungan dana senilai Rp10 juta per bulan dari beberapa OPD di luar Dinas Pekerjaan Umum (PU) hingga Januari 2024.
Selain membicarakan dana APBD, percakapan tersebut juga menyinggung dana non-budgeter yang berasal dari pengusaha tambang dan perkebunan kelapa sawit yang sedang mengurus perizinan di Kabupaten Lingga.
Dari penelusuran media, "CSA" yang disebut dalam percakapan itu diduga merujuk pada PT. Citra Sugi Aditya, yang sedang mengurus izin perkebunan kelapa sawit dengan luas lahan 9.600 Ha di Kecamatan Lingga Timur dan Utara.
Menanggapi skandal ini, Ketua RCW Kepri, Mulkansyah, menyatakan pihaknya akan menggelar aksi demonstrasi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, mendesak penegak hukum untuk menindak tegas dugaan korupsi tersebut.
“Kami mendesak aparat penegak hukum untuk tidak kendor dalam memberantas praktik-praktik korupsi yang merugikan keuangan negara. Kondisi perekonomian masyarakat Lingga sedang tidak baik-baik saja, tapi pejabatnya memperkaya diri dan kelompoknya dengan cara-cara mengkhianati kepercayaan masyarakat," tegasnya.
Mulkansyah menambahkan, bukti rekaman percakapan akan diserahkan kepada KPK, Mabes Polri, dan Kejaksaan Agung, serta aksi demonstrasi besar-besaran akan digelar di Jakarta.
Diketahui, partai Nasdem yang dipimpin MN menjadi pemenang pada Pileg 2024 di Kabupaten Lingga, dengan 11 wakilnya menduduki kursi DPRD Lingga periode 2024-2029. Hingga kini, baik MN maupun AN belum memberikan tanggapan resmi terkait bocornya rekaman tersebut.
Komentar Via Facebook :