6 Pekerjaan yang Terancam Digantikan AI Menurut Prediksi McKinsey dan Wealthup

6 Pekerjaan yang Terancam Digantikan AI Menurut Prediksi McKinsey dan Wealthup

Ilustrasi

Nurjali

Batam, Batamnews - Sejak menjadi populer beberapa tahun terakhir, pandangan mengenai Artificial Intelligence (AI) terbagi menjadi beberapa perspektif. Salah satu pandangan utama adalah keyakinan bahwa AI akan menggantikan sejumlah pekerjaan manusia. 

Menurut laporan dari McKinsey Global Institute, banyak pekerjaan yang diprediksi akan tergantikan oleh AI, dengan puluhan juta orang di Amerika Serikat (AS) yang menghadapi "transisi pekerjaan" pada tahun 2030. 

Hal ini terjadi karena pekerjaan tersebut berubah secara signifikan atau hilang akibat AI.

Baca juga: 5 Cara Menurunkan Berat Badan Tanpa Olahraga, Tetap Efektif!

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa otomatisasi berpotensi menggantikan hingga 30% jam kerja di ekonomi AS. Wealthup melaporkan beberapa pekerjaan yang kemungkinan besar akan terdampak oleh AI. 

Berikut adalah 6 pekerjaan yang berisiko tergantikan oleh teknologi, dirangkum pada Jumat, 11 Oktober 2024:

1. Juru Tulis (Resepsionis, Pengarsipan, Penggajian, Catatan Inventoris Barang, dll.)
   - Pekerjaan yang bersifat administratif dan berulang ini dinilai mudah digantikan oleh sistem otomatisasi. Menurut McKinsey, profesi juru tulis akan berkurang hingga 1,6 juta pada tahun 2030. Secara rinci, juru tulis keuangan diproyeksikan menurun lebih dari 14%, juru tulis arsip dan penggajian serta pencatatan waktu berkurang 16%, dan juru tulis informasi turun lebih dari 18% pada 2032.

2. Penjaga Toko Fisik
   - Penjaga toko fisik yang biasanya membantu konsumen dalam berbelanja dan memproses pembayaran juga akan tergantikan oleh AI. McKinsey memprediksi 830 ribu pekerjaan penjaga toko akan hilang pada 2030, sementara Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) memperkirakan penurunan hingga 2,2%, atau sekitar 80 ribu, pada tahun 2032.

3. Asisten Administratif
   - Profesi ini mencakup pekerjaan seperti penjadwalan janji, menyusun korespondensi, dan membuat lembar kerja. Pada 2030, McKinsey memperkirakan penurunan hingga 710 ribu posisi asisten administratif. BLS juga memprediksi penurunan signifikan di beberapa kategori, terutama di sektor hukum, dengan perkiraan mencapai 22% pada 2032.

4. Kasir
   - Teknologi telah mengubah cara konsumen melakukan transaksi, dan ini berdampak langsung pada pekerjaan kasir. McKinsey melaporkan akan ada pengurangan 630 ribu pekerjaan kasir pada 2030, sementara BLS memperkirakan penurunan sebanyak 348.100 pada 2032. Namun, beberapa perusahaan besar seperti Walmart dan Dollar General telah memutuskan untuk menghentikan penggunaan mesin kasir mandiri di beberapa toko, karena masalah teknis dan meningkatnya kasus pencurian.

Baca juga: Komnas HAM: Anak Indonesia Rentan Terpapar HIV/AIDS, Kasus Meningkat dari Tahun Lalu

5. Buruh Pabrik
   - Buruh pabrik, yang umumnya bekerja di jalur perakitan, juga sangat rentan terhadap otomatisasi. McKinsey melaporkan bahwa 36% jam kerja di sektor manufaktur berpotensi digantikan oleh AI. BLS memperkirakan dalam 10 tahun (2022-2032) akan ada penurunan pekerjaan buruh pabrik sebesar 9,3%.

6. Layanan Makanan
   - Industri layanan makanan seperti restoran, katering, dan kafetaria menghadapi risiko terbesar dari otomatisasi. Menurut McKinsey, sektor ini berpotensi mengalami penurunan pekerjaan fisik yang bisa diprediksi. BLS memperkirakan penurunan sebesar 4,8% di industri layanan makanan pada tahun 2032, karena pekerjaan ini dianggap mudah digantikan oleh teknologi otomatis.

Dengan perkembangan AI yang pesat, transisi pekerjaan tidak bisa dihindari. Banyak pekerja yang harus siap menghadapi tantangan ini dengan mengembangkan keterampilan baru agar tetap relevan di pasar kerja masa depan.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :