Puluhan Warga dan PMKRI Gelar Aksi Tuntut Air Bersih di Kantor SPAM Batam
Puluhan warga Batam bersama Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Batam PT. Air Batam Hilir (ABH) pada Selasa, 20 Agustus 2024 pagi. (Foto: Andri/Batamnews)
Batam, Batamnews - Puluhan warga Batam bersama Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Batam PT. Air Batam Hilir (ABH) pada Selasa, 20 Agustus 2024 pagi. Aksi ini dilatarbelakangi oleh sulitnya akses air bersih di Batam, yang telah menjadi keluhan warga selama beberapa waktu terakhir.
Aksi dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Pantauan batamnews.co.id di lokasi, massa yang terdiri dari warga dan mahasiswa memadati area depan kantor ABH sambil membawa spanduk dengan berbagai tulisan, seperti "Air Mati ABH Punya Hati", "Dewan Kita Tutup Mata, Masyarakat Menderita", dan "Ibu-ibu Minta Air, Tapi Yang Datang Angin, Tiap Bulan Tetap Bayar".
Massa aksi menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak ABH, BP Batam, dan DPRD Kota Batam. Mereka mengeluhkan pelayanan air bersih yang tidak optimal, menyebabkan gangguan serius dalam aktivitas sehari-hari warga.
Baca juga: Gangguan Suplai Air di Beberapa Wilayah, Ada Perbaikan Pipa oleh Air Batam Hilir
John Making, salah seorang orator aksi, dalam orasinya menyatakan bahwa meskipun Indonesia telah merdeka selama 79 tahun, masyarakat Batam masih belum merdeka dari kebutuhan dasar seperti air bersih.
"Hari ini kita hanya merdeka dari penjajahan bangsa-bangsa, namun tidak merdeka dari tanah, air, dan kebutuhan pokok masyarakat. Kebutuhan masyarakat tidak diperhatikan oleh para pejabat yang berada di Kota Batam. Kami tidak percaya dengan Air Batam Hilir," tegas John.
Selain itu, perwakilan warga lainnya mengkritik kinerja PT. ABH yang dinilai tidak mampu mengelola dan mendistribusikan air bersih dengan baik, sehingga kehidupan sehari-hari warga terganggu.
"Air saja susah, bagaimana mau menangani stunting? Anak-anak tidak mandi, suami pergi kerja tanpa mandi. ABH bukan 'Air Batam Hilir', tapi 'Air Batam Hujan'. ABH bukan yang diharapkan masyarakat Batam," ujarnya dengan penuh emosi.
Dalam aksi ini, Kapolsek Batam Kota, Kompol Anak Agung Made Winarta, memberikan arahan kepada massa aksi untuk tetap tertib dan menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi mereka.
"Saya ucapkan terima kasih kepada peserta aksi yang sudah tertib dalam menyampaikan aspirasi. Kami akan mengawal aksi ini hingga selesai dengan kondusif," kata Kompol Anak Agung.
Aksi unjuk rasa ini menjadi bentuk protes masyarakat Batam yang merasa hak dasar mereka untuk mendapatkan air bersih belum terpenuhi dengan baik oleh pihak terkait. Mereka berharap dengan aksi ini, pemerintah dan pihak terkait dapat segera menemukan solusi atas permasalahan yang telah berlangsung lama ini.

Komentar Via Facebook :