Tragedi di Simpang Lampu Merah Gelael: Kisah Raihan Akbar Menabrak Ambulans Pembawa Jenazah

Tragedi di Simpang Lampu Merah Gelael: Kisah Raihan Akbar Menabrak Ambulans Pembawa Jenazah

Ambulans yang tengah membawa jenazah yang ditabrak Raihan di simpang Lampu Merah Sei Panas Batam (Foto: Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Pada suatu hari tepatnya pada 10 Mei 2024, suasana berubah menjadi mencekam di simpang lampu merah Gelael, Sei Panas, Batam Kota. Seorang remaja pengendara motor, Raihan Akbar, terlibat dalam kecelakaan tragis yang akan menghantui ingatannya untuk waktu yang lama. Hari itu, Raihan dan temannya mengalami nasib buruk saat menabrak sebuah ambulans yang sedang membawa jenazah menuju pemakaman di Sei Panas.

Raihan menceritakan peristiwa tersebut dengan nada sedih dan penyesalan. "Kejadian 10 Mei 2024 itu saya masih ingat jelas. Kami melaju dari arah Pasir Putih menuju Tiban," kenangnya menceritakan kepada Batamnews, Minggu 4 Agustus 2024. "Kami tidak tahu kalau ada ambulans yang sedang membawa jenazah, sirine tidak terdengar karena motor kami menggunakan knalpot racing."

Simpang lampu merah Gelael menjadi saksi bisu dari kecelakaan itu. Raihan yang melaju dengan cepat karena lampu hijau, tidak melihat ambulans yang menerobos lampu merah. "Ambulans itu muncul tiba-tiba dari samping, ada mobil yang menutupi pandangan kami. Saat mobil itu sudah tersalip, baru terlihat ambulans tersebut," jelas Raihan. "Saya tidak bisa menghindar lagi."

Benturan keras terjadi. Raihan dan temannya terlempar dari motor. Raihan mengalami patah tulang paha, sementara temannya harus mendapatkan jahitan di lutut dan siku. Mereka segera dilarikan ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan untuk mendapatkan perawatan. "Paha saya patah, dan teman saya mengalami luka sobek yang cukup parah," ujar Raihan sambil menunjukkan hasil rontgen pahanya.

Ambulans yang ditabrak pun mengalami kerusakan. Bagian belakang mobil hancur dan ban pecah, sehingga penguburan jenazah harus ditunda untuk mengganti ban yang rusak. "Motor kami hancur bagian depan, ambulans pun harus diperbaiki sebelum bisa melanjutkan perjalanan," tambah Raihan.

Kejadian tersebut meninggalkan trauma mendalam bagi Raihan. "Saya yang nabrak kak," ungkapnya dengan suara bergetar. Rasa bersalah dan penyesalan mendalam tergambar jelas dari wajahnya. Hingga kini, setiap kali melintas di simpang lampu merah Gelael, ingatan akan malam itu kembali terputar di benaknya, seolah tidak pernah bisa dihapus.

Tragedi ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya kehati-hatian dan kewaspadaan di jalan raya, terutama saat berkendara. Semoga kejadian serupa tidak lagi terulang di masa depan, dan semua pengguna jalan selalu mengutamakan keselamatan.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :