Ubah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi, Marlin Agustina Buka Pelatihan Pilah Sampah di Batam

Ubah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi, Marlin Agustina Buka Pelatihan Pilah Sampah di Batam

Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), sekaligus Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Batam, Marlin Agustina, membuka Pelatihan Pilah Sampah di Aula Kelurahan Setokok. (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews - Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), sekaligus Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Batam, Marlin Agustina, membuka Pelatihan Pilah Sampah di Aula Kelurahan Setokok. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga agar memiliki nilai ekonomis.

Kegiatan yang mengusung tema "Pengelolaan Sampah Organik melalui Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) Dalam Rangka KIE Pengurangan Sampah" ini diselenggarakan bersama tim penggerak PKK Kota Batam.

Dalam sambutannya, Marlin Agustina menekankan bahwa pelatihan pilah sampah merupakan kegiatan rutin tahunan yang telah memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat. Ia bahkan membagikan pengalaman pribadinya yang telah berhasil mengumpulkan puluhan juta rupiah di rekening bank sampah dari hasil pemilahan sampah rumah tangga.

Baca juga: Wagub Kepri Marlin Agustina Salurkan 8.400 Paket Sembako Bersubsidi di Batam

"Ini saya kumpulkan dari sampah rumah tangga yang saya pilah-pilah. Seperti botol minuman dan botol-botol lainnya. Alhamdulillah memberikan dampak ekonomi yang uangnya bisa saya gunakan untuk kegiatan sosial di masyarakat," ujar Marlin, Minggu, 14 Juli 2024.

Wakil Gubernur mengajak masyarakat Kelurahan Setokok untuk serius mengikuti pelatihan dan mengaplikasikan ilmu yang didapat. Salah satu fokus pelatihan adalah pengenalan budidaya maggot, larva lalat tentara hitam atau black soldier fly (BSF) yang berukuran antara 0,3 cm sampai 1,5 cm.

Maggot dikenal tidak membawa patogen dan tidak memiliki gigi, sehingga aman dan tidak menularkan penyakit. Larva ini dapat mengonsumsi berbagai jenis sampah organik, mulai dari sampah dapur, sampah pasar berupa sayur dan buah, hingga sampah organik pabrik. Belakangan, maggot semakin populer sebagai pakan ternak untuk burung, ayam, bebek, dan ikan.

Baca juga: Kedekatan Marlin Dengan Warga Sagulung Saat Bagikan 6.300 Paket Sembako Bersubsidi

Kemampuan maggot dalam mengurai sampah organik sangat efektif. Sebanyak 10.000 ekor maggot mampu menghabiskan 1 kg sampah organik dalam sehari. Hal ini menjadikan budidaya maggot sebagai solusi ganda: mengatasi masalah penumpukan sampah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

"Dari budidaya Maggot ini, tidak hanya membantu pemerintah mengurangi sampah, tapi juga bisa menambah penghasilan bapak dan ibu kedepannya," tutup Marlin.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat Batam dapat lebih bijak dalam mengelola sampah dan memanfaatkannya sebagai sumber penghasilan tambahan, sekaligus berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :