Jual Sagu Lenggang di Tengah Hiruk-pikuk Kota Batam, Uwa Mampu Raup Omzet hingga Rp700 Ribu Per Hari
Uwa, penjual sagu lenggang di Batam. (Foto: Juwita/Batamnews)
Batam, Batamnews - Di tengah kesibukan pasar Dragon Lake Bengkong, Batam, seorang pria lanjut usia menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Namanya Esnim, atau yang akrab disapa Uwa, dikenal sebagai penjual sagu lenggang yang telah mewarnai kuliner lokal sejak 2016.
Uwa, berusia 50 tahun, adalah sosok yang berasal dari Meranti, Selat Panjang. Ia merantau ke Batam pada tahun 2015 dengan harapan baru. Awalnya mencoba peruntungan di bisnis makanan yang berbeda, namun tidak berjalan dengan baik. Kemudian, dia memutuskan untuk fokus pada penjualan sagu lenggang, sebuah pilihan yang ternyata membawa keberuntungan bagi dirinya dan keluarganya.
Tidak hanya sagu lenggang, Uwa juga menjual aneka olahan sagu lainnya seperti sagu rendang, mie sagu, tepung sagu, dan mie lakse yang semua berasal dari Selat Panjang, Kabupaten Meranti. Uwa menjajakan dagangannya secara keliling dan juga mangkal di depan kantor camat Bengkong, mulai dari jam 16.00 sore hingga jam 21.00 malam.
Baca juga: Pempek Panggang, Sajian Kuliner Khas Palembang yang Mendobrak Pasar Kuliner Batam
Berjualan di bawah terik matahari atau dihujani tidak menghalangi Uwa untuk tetap berjualan. Kekuatan dan ketekunan Uwa berbuah manis, di mana ia bisa meraup omzet hingga 700 ribu rupiah dalam sehari. Semangatnya untuk maju dan harapan untuk menikmati masa tua yang lebih baik terus membara dalam jiwa.
Kisah Uwa ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa di balik setiap sajian makanan tradisional, terdapat cerita panjang penuh perjuangan dan dedikasi. Uwa berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk terus menjaga dan mencintai warisan budaya, khususnya kuliner khas Melayu.
Ketekunan dan dedikasi Uwa dalam melestarikan kuliner tradisional tidak hanya memberikan penghidupan tetapi juga memperkaya kebudayaan kuliner di Batam. Kisahnya mengajarkan kita tentang pentingnya pelestarian budaya dan kerja keras dalam menghadapi tantangan.
Penulis: Juwita Lasmaria Sinaga

Komentar Via Facebook :