Karyawati PT Sat Nusapersada Batam Gelapkan Ratusan Handphone untuk Bayar Hutang Pinjol

Karyawati PT Sat Nusapersada Batam Gelapkan Ratusan Handphone untuk Bayar Hutang Pinjol

Een (24 tahun) seorang karyawati PT Sat Nusapersada mengenakan baju oranye digelandang Polisi setelah menggelapkan ratusan unit handphone milik perusahaan. (Sumber : tangkapan layar video yang beredar di sosial media).

Batam, Batamnews - Seorang wanita bernama Een (24), karyawati PT Sat Nusapersada Kota Batam, diringkus Unit Tipidter Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Barelang setelah didapati menggelapkan 143 unit handphone yang dirakit oleh perusahaan tersebut.

Kanit V Tipiter Satreskrim Polresta Barelang, Iptu Doddi Setiawan membenarkan peristiwa tersebut. Kini pihaknya telah menangkap Een (Pelaku) guna untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di Mapolresta Barelang.

"Iya benar kami telah mengamankan seorang karyawati PT Sat Nusapersada atas nama Een. Diduga pelaku telah menggelapkan 143 unit handphone jenis Xiaomi milik perusahaan," kata dia kepada batamnews.co.id saat dikonfirmasi pada Sabtu, 15 Juni 2024.

Baca juga: PT Sat Nusapersada Masuk Deretan Perusahaan Terbaik Versi Majalah Forbes

Iptu doddi menjelaskan, terungkapnya peristiwa ini berawal dari sistem yang dimiliki perusahaan terdapat selisih pada jumlah barang (handphone) hasil produksi perusahaan tersebut.

"Setelah terdapat selisih dari sistem milik PT Sat Nusapersada, kami melakukan pengecekan kamera pemantau (CCTV) dan benar disitu terlihat pelaku sedang mengambil handphone yang diproduksi dari perusahaan," ungkapnya.

Lanjut Iptu Doddi, setelah pelaku berhasil menggelapkan ratusan handphone milik Perusahaan, pelaku menjual handphone hasil penggelapan itu kepada seorang pembeli (penadah) dengan harga Rp2.500.000,- hingga Rp3.000.000,-.

Baca juga: Kolaborasi TSM-Sat Nusapersada Produksi Chromebook 4G LTE Buatan dalam Negeri

"Handphone ini dijual ke penadah yang dia kenal dengan harga Rp2.5 juta sampai dengan Rp3 juta, kini pembeli atau penadah juga sudah kita tahan di Mapolresta Barelang," ucapnya.

Adapun motif pelaku menggelapkan barang perusahaan tersebut dikarenakan dirinya terjerat hutang pinjaman online (Pinjol).

"Uang hasil penjualan barang yang digelapkan oleh pelaku untuk bayar pinjaman online (pinjol)," beber Iptu Doddi.

Atas perbuatannya, pelaku ES dijerat Pasal 374 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP jo Pasal 55 jo Pasal 64 KUHP Tentang Penggelapan dalam Jabatan dengan ancaman 5 tahun penjara. Sedangkan untuk penadah, dijerat dengan pasal 480 KUHP tentang penadah dengan ancaman 4 tahun kurungan penjara.

(CR1)


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews