Terparah Sejak Tahun 1980, Banjir di Riau Telan Dua Korban Jiwa

Banjir di Kampar, Riau. (foto: ist/okezone)


BATAMNEWS.CO.ID, Pekanbaru - Bencana banjir di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau selain membuat ribuan orang harus mengungsi, juga merenggut nyawa dua orang warga. Korban tewas karena terseret derasnya arus banjir.

"Korban jiwa ada dua orang. Mereka meninggal dunia karena terseret arus dan tenggelam. Satu korban ditemukan pada Kamis pagi tadi bernama Roni Fadillah, remaja berusia 18 tahun," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar, Santoso, di Pekanbaru, Kamis (11/02/2016).

Ia mengatakan, korban Roni Fadillah adalah warga Desa Alam Panjang, Kabupaten Kampar. Korban tersebut terseret arus dari sungai yang meluap dan sempat hilang.

Sebelumnya juga ada seorang warga Kampar yang meninggal dunia akibat banjir di Kampar. Korban tersebut merupakan pria dewasa dengan tempat kejadian di Desa Ranah.

"Data lengkap mengenai namanya sedang kami kumpulkan. Korban ini terseret arus, bisa ditarik namun kondisinya saat itu sudah tidak bisa tertolong lagi," kata Santoso.

Banjir di Kampar terjadi sejak awal pekan ini akibat hujan deras dan dibukanya pintu air PLTA Koto Panjang yang tak sanggup lagi menampung debit air.

Banjir hingga kini menggenangi 56 desa di 12 kecamatan di Kampar dengan ketinggian air berkisar 1,7 meter.

Korban yang terdampak banjir mencapai 26.614 kepala keluarga atau mencapai 133.070 jiwa. "Banjir di Kampar tidak seperti biasanya karena mendadak dan sangat luas. Ini kondisi terparah sejak 1980-an. Karena itu, Bupati Kampar juga telah menetapkan Status Siaga Darurat Banjir," ujarnya.

(ind/bbs)