6 Jurnalis Ditahan Gegara Unggah Video Presiden sedang Buang Air Kecil

6 Jurnalis Ditahan Gegara Unggah Video Presiden sedang Buang Air Kecil

Ilustrasi.

Nairobi - Kelompok hak media menyerukan pihak berwenang Sudan Selatan untuk membebaskan enam jurnlais yang ditahan sehubungan dengan perilisan video yang menunjukkan Presiden Salva Kiir buang air kecil di acara resmi.

Mengutip laporan media dan sumber otentik lainnya, Committee to Protect Journalists (CPJ) mengonfirmasi bahwa staf di Perusahaan Penyiaran Sudan Selatan yang dikelola pemerintah ditahan oleh agen Departemen Keamanan Nasional pada Selasa (21/2/2023) pekan lalu.

CPJ yang berbasis di New York mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka sedang diselidiki sehubungan dengan rekaman yang menjadi viral di media sosial Desember lalu, demikian lapor AFP.

Perwakilan CPJ Sub-Sahara Afrika, Muthoki Mumo, mengatakan penangkapan itu sejalan dengan pola aparat keamanan yang melakukan penangkapan sewenang-wenang ketika petugas menganggap liputan tersebut tidak menguntungkan.

"Pihak berwenang harus membebaskan enam pekerja SSBC ini tanpa syarat dan memastikan mereka dapat bekerja tanpa ancaman atau ancaman penangkapan," katanya.

Baca: ByteDance China Akui Gunakan Data TikTok untuk Lacak Jurnalis

Sementara itu, Persatuan Wartawan Sudan Selatan juga menyerukan penyelidikan terhadap enam orang yang diduga mengetahui bagaimana rekaman itu disebarluaskan ke publik.

"Jika ada kasus pelanggaran profesional atau pelanggaran prima facie, maka biarkan pihak berwenang mempercepat proses administrasi atau hukum untuk menangani masalah tersebut secara adil, transparan, dan sesuai dengan hukum," katanya dalam sebuah pernyataan kemarin.

Sebuah video yang diposting di YouTube menunjukkan Kiir, yang mengenakan topi hitam dan pakaian abu-abu yang basah kuyup oleh air seni hingga membasahi kaki kirinya.

Insiden itu terjadi saat dia berdiri untuk menghormati lagu kebangsaan pada upacara pembukaan jalan baru.

Baca: Twitter Tangguhkan Akun Sejumlah Jurnalis Peliput Elon Musk

Seorang pejabat dari SSBC yang dikutip oleh stasiun independen Radio Tamazuj mengatakan saluran tersebut tidak menyiarkan rekaman tersebut.

Kiir, 71, memerintah Sudan Selatan sebagai negara merdeka setelah memperoleh kemerdekaan dari Sudan pada Juli 2011.

Namun, negara termuda di dunia ini telah mengalami berbagai krisis termasuk konflik brutal, kerusuhan politik, bencana alam, dan kelaparan.

(dod)
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait