Gagal Perangi Narkotika, Kolombia Bakal Legalkan Kokain?

Gagal Perangi Narkotika, Kolombia Bakal Legalkan Kokain?

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Bogota - Presiden Kolombia Gustavo Petro telah mengisyaratkan bahwa dia akan mengakui kokain sebagai zat legal setelah menyatakan bahwa 'perang melawan narkoba telah gagal'.

Mantan pejuang gerilya itu mengatakan kampanye memerangi narkotika yang dipimpin Amerika Serikat (AS) gagal mencapai target.

Karena itu, jelasnya, pihaknya akan menggunakan strategi internasional baru untuk memerangi peredaran narkoba.

"Waktunya telah tiba bagi konvensi internasional baru untuk menerima kenyataan bahwa perang melawan narkoba telah gagal.

Baca: Pilpres Kolombia: Mantan Pejuang Gerilya Kalahkan Pengusaha

"Ini karena satu juta orang Amerika Latin telah meninggal karena narkoba selama 40 tahun terakhir, dan 70.000 orang Amerika Utara meninggal karena overdosis setiap tahun.

"Perang terhadap narkoba sebenarnya hanya memperkuat mafia dan melemahkan negara," katanya saat membacakan pernyataan negara itu di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) di New York dikutip Utusan Malaysia, Senin (26/9/2022).

Dalam pidatonya, Pedro juga bertanya kepada hadirin apakah kokain lebih beracun bagi manusia di dunia.

"Apa yang lebih beracun bagi manusia? Kokain, batu bara atau minyak?

“Pendapat bahwa kokain adalah racun harus dibantah karena hanya menyebabkan kematian minimal bahkan overdosis.

"Pernyataan yang melindungi batu bara dan minyak harus dikoreksi karena bisa membunuh semua manusia," katanya.

Baca: Polisi Kolombia Sita 20 Ribu Butir Kelapa Berisi Kokain Cair

Presiden sayap kiri pertama negara itu di Amerika Latin juga berjanji untuk memerangi ketidaksetaraan, perubahan iklim, mencapai perdamaian dengan pemberontak sayap kiri dan geng kriminal.

Kolombia adalah produsen kokain terbesar di dunia dan 64 persen dari semua obat pada 2019, menurut laporan terbaru PBB.

Lebih dari 90 persen narkoba yang pernah disita di AS berasal dari Kolombia dan negara itu juga merupakan rumah bagi kantor Drug Enforcement Administration terbesar.

'Perang terhadap narkoba' diluncurkan oleh mantan Presiden AS ke-37, Richard Nixon pada tahun 1971 dan meningkat pesat di bawah kepemimpinan Ronald Reagan pada 1980-an.

AS telah kehilangan lebih dari satu triliun dan sampai sekarang masalah penggunaan narkoba gagal diatasi.

Bahkan, kematian meningkat 15 persen tahun lalu.

Selanjutnya...

 

Sementara itu, Menteri Kehakiman Kolombia, Nestor Osuna bersikeras bahwa kokain akan tetap ilegal di negara itu.

Ia mengatakan, pihak berwenang akan terus berupaya menghentikan ekspor obat tersebut.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pihaknya akan memburu mafia pengekspor narkoba dan individu yang membantu mereka.

Sementara itu, otoritas di Petro, Felipe Tascon mengatakan, pihaknya akan mengatur penjualan kokain karena yakin bisa menguasai pasar agar tidak dikuasai kartel narkoba.

“Pengedar narkoba tahu bisnis mereka memang dilarang.

“Jika diatur seperti pasar umum, akan membuat mereka kehilangan keuntungan sehingga memberantas peredaran narkoba,” ujarnya.
 


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews