Marine and Offshore Expo 2022 Targetkan Transaksi Rp 1,49 Triliun

Marine and Offshore Expo 2022 Targetkan Transaksi Rp 1,49 Triliun

Pembukaan Marine and Offshore Expo 2022 di Hotel Radisson, Batam. (Foto: Margaretha/batamnews)

Batam, Batamnews - Marine and Offshore Expo 2022 kembali digelar di Batam, Kepulauan Riau setelah dua tahun dilanda pandemi Covid-19. Ajang yang dihelat PT Fireworks Indonesia ini berlangsung selama tiga hari ke depan hingga Jumat (5/8/2022).

Sedikitnya, 80 perusahaan baik berasal dari Indonesia maupun dari luar negeri ambil bagian dalam pameran perkapalan pertama, terbesar di Indonesia pada tahun ini.

Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Kota Batam, Jadi Rajagukguk mengatakan bahwa, industri maritim sangat terdampak akibat pandemi Covid-19. 

“Terakhir kali Marine and Offshore Expo digelar tahun 2019, dan akhirnya kambali digelar tahun ini,” ujar Jadi dalam sambutannya di Hotel Radisson, Rabu (3/8/2022).

Batam dikenal sebagai industri maritim dan offshore terbesar, namun terkena badai besar karena pandemi Covid-19. 

Krisis industri maritim tidak hanya karena pandemi Covid-19, namun karena ada beberapa faktor keamanan, kebijakan yang lemah dan konsistensi. Namun secara perlahan, kendala ini mulai diselesaikan. 

“Industri maritim saat ini diibaratkan sunset, artinya mataharinya tenggelam, saat ini kita berharap bahwa industri maritim menjadi sunrise, sehingga bisa terbit kembali,” katanya. 

Sementara itu, Direktur of Fireworks Trade Media Group, Kenny Yong mengatakan, pameran ini ditargetkan bakal mampu memfasiitasi transaksi bisnis sebesar 100 juta dolar atau setara Rp 1,49 triliun. 

Ia memperkirakan, jumlah pengunjung yang akan hadir menyentuh 2.000 orang para ahli dan profesional dari industri tersebut.

"IMOX merupakan program regular pameran kemaritiman berskala internasional yang diselenggarakan di bawah Fireworks Trade Media Group (Fireworks Group). Pameran lainnya dilakukan dibeberapa negara, seperti Filipina (Philmarine) diadakan pada Juni lalu, Bangladesh (BIMOX) & Vietnam (VMOX) akan diadakan pada Oktober, Thailand (TMOX) & Malaysia (MIMEX) pada November mendatang," katanya.

Selanjutnya....

 

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi memastikan proses perizinan di BP Batam tidak lagi memakan waktu yang lama.

Hal itu sesuai dengan arahan Presiden RI melalui PP nomor 41 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas. 

“Kami mencoba mendesain supaya ada limit waktu, karena sistem yang berjalan selama 24 jam, jadi tidak ada alasan izin tidak keluar,” ujar Rudi dalam sambutannya. 

Dengan begitu menurutnya, setiap pihak yang akan berinvestasi di Batam tidak merasa kesulitan. 

Selain proses perizinan yang semakin dipermudah, Rudi juga mengatakan sedang menyiapkan infratstruktur untuk mendukung iklim investasi di Batam. 

Adapun yang sedang dipersiapkan oleh BP Batam, diantaranya: pengembangan Bandara Hang Nadim, perbaikan jalan, pengembangan Pelabuhan Batuampar dan menyiapkan satu rumah sakit di kawasan ekonomi khusus (KEK) kesehatan di Kawasan Sekupang.

“Semua yang sedang kami persiapkan demi kepentingan investasi,” katanya. 

(ret)