Oslo, Kota dengan Keseimbangan Kehidupan Kerja Terbaik di Dunia

Oslo, Kota dengan Keseimbangan Kehidupan Kerja Terbaik di Dunia

Salah satu sudut ibukota Norwegia, Oslo. (Foto: istockphoto)

Oslo - Ibukota Norwegia, Oslo menduduki puncak daftar kota dengan keseimbangan kehidupan kerja terbaik di dunia, dengan rata-rata 25 hari libur setahun dan 707 hari libur karena tanggung jawab keluarga.

Berbagai krisis yang dihadapi dunia saat ini dapat mempengaruhi organisasi sosial dan ekonomi negara-negara di dunia, terutama di bidang ketenagakerjaan.

Demikian rangkuman temuan Kisi, yaitu penelitian yang mencantumkan posisi negara berdasarkan work-life balance terbaik, seperti dilansir AFP, Senin (20/6/2022).

Daftar negara juga memperhitungkan kriteria seperti inflasi, efek perang di Ukraina dan efek wabah penyakit.

Studi yang mengidentifikasi kota-kota dunia dengan keseimbangan kehidupan kerja terbaik didasarkan pada analisis yang mencakup tiga kategori utama yaitu beban kerja, masyarakat dan institusi serta kualitas kehidupan perkotaan.

Lebih dari 100 kriteria total diperhitungkan, termasuk pekerjaan jarak jauh, jumlah minimum cuti yang ditawarkan, jam kerja dan tingkat pengangguran, serta kriteria yang lebih luas seperti keterjangkauan, kualitas udara dan kesejahteraan dan kebugaran.

“Studi ini bertujuan untuk melampaui metrik umum seperti biaya hidup, sambil membahas bagaimana lingkungan kerja dan kehidupan berubah di kota-kota dunia selama epidemi dan sekarang, dalam konteks kenaikan inflasi serta perang di Ukraina,” kata Kisi.

Peringkat tertinggi Oslo melampaui peringkat ketiga Helsinki, setelah ibu kota Finlandia menempati urutan pertama pada tahun 2021. Ibu kota Swiss, Bern, berada di urutan kedua.

Ibu kota yang berada di posisi terbawah hasil studi Kisi adalah Cape Town (Afrika Selatan), Dubai (Uni Emirat Arab) dan Kuala Lumpur (Malaysia).

Paris memperoleh skor keseluruhan 28 dari 100, turun satu anak tangga dari 28 tahun lalu.

Dubai, Hong Kong dan Kuala Lumpur diidentifikasi sebagai tiga tempat di mana kebanyakan orang terlalu sibuk bekerja, dibandingkan dengan Amsterdam, Buenos Aires dan Sydney.

Untuk pekerjaan jarak jauh, Singapura memiliki tingkat pekerjaan jarak jauh tertinggi dengan 52 persen. Ibukota Thailand, di sisi lain, memiliki tingkat terendah 17 persen.

Survei tersebut dilakukan di 49 kota di seluruh dunia, serta 51 kota di Amerika Serikat (AS).

Data untuk penelitian ini diperoleh dari organisasi internasional, laporan organisasi non-pemerintah (LSM), set data akses terbuka, survei komputasi awan, dan sumber publik. 

(dod)

Berita Terkait