Cegah Omicron, Warga RI Bakal Wajib Vaksin Booster?

Cegah Omicron, Warga RI Bakal Wajib Vaksin Booster?

ilustrasi.

Batam, Batamnews - Pemberian booster atau dosis lanjutan vaksin Covid-19 baru saja dimulai, Rabu (12/1/2022), dengan sasaran prioritas lansia. Diberikan secara gratis, apakah nantinya seluruh masyarakat bakal wajib disuntik booster?

Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi menyebut vaksinasi booster Covid-19 tidak bakal diwajibkan untuk seluruh masyarakat Indonesia. 

Baca juga: WHO: Varian Omicron Bahaya Bagi yang Belum Divaksin Corona

Pasalnya, pemberian booster merupakan langkah antisipatif lebih lanjut dari merebaknya varian Omicron, serta menurunnya efikasi vaksin Covid-19 dalam hitungan beberapa bulan setelah disuntikkan.

"Adanya varian baru, kemudian informasi adanya penurunan dari efikasi vaksin secara alamiah, kemudian tentunya supaya memastikan masyarakat bisa mengakses dan betul-betul upaya penanggulangan pandemi kita selesaikan maka diputuskan pemerintah kembali memberikan dan menyediakan secara gratis vaksinasi booster ketiga ini," ujarnya dalam siaran langsung, Kamis (13/1/2022).

Menanggapi penjelasan dr Nadia, Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menyebut vaksinasi booster tidak diwajibkan adalah langkah tepat. 

Sebab langkah tersebut sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang tidak mewajibkan pemberian booster untuk masyarakat umum tanpa riwayat gangguan imun.

Baca juga: Diare Parah Bisa Jadi Tanda-tanda Tertular Omicron

"Ini sebetulnya juga sesuai dengan apa yang direkomendasikan WHO. Bahwa WHO mengatakan, yang wajib sifatnya dalam tahap booster baru pada immunocompromised. Itu rekomendasi resmi WHO, artinya secara umum memang belum wajib," terang Dicky.

Ia menambahkan, di tengah merebaknya varian Omicron, vaksinasi COVID-19 primer dosis 1-2 pun perlu digencarkan. Hal itulah yang juga menyebabkan langkah RI tidak mewajibkan vaksinasi booster adalah tepat.

"Kita harus tahu bahwa dalam era Omicron plus, karena masih ada Delta (dan varian Corona lainnya) kita melakukanya secara paralel antara mengejar cakupan vaksin dua dosis," imbuh Dicky.

(fox)