Tambah Distributor Jadi Cara Pemerintah Kendalikan Harga Cabai di Batam

Tambah Distributor Jadi Cara Pemerintah Kendalikan Harga Cabai di Batam

Pedagang cabai di Pasar Perumnas Sagulung, Batam. (Foto: Margaretha/batamnews)

Batam, Batamnews - Harga cabai di Batam, Kepulauan Riau melambung tinggi sejak akhir tahun 2021. Komoditas pedas ini bahkan sempat mendekati Rp 100 ribu per kilogram.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam akan menambah distributor baru untuk memasok komoditas cabai. Hal ini sebagai langkah untuk menekan harga cabai yang naik signifikan.

Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau mengatakan distributor baru itu berdasarkan hasil kesepakatan dari pertemuan dengan para distributor cabai yang ada di Batam. Diketahui bahwa kenaikan harga cabai itu sudah terjadi di daerah penghasil baik Jawa dan Sumatera

“Ketiga distributor cabai yang ada sekarang tak bisa dikendalikan. Ada aja berbagai alasannya,” ujar Gustian, Sabtu (8/1/2022).

Penambahan distrbutor cabai ini juga sebagai untuk mencegah harga cabai naik pada Februari mendatang.

Selain itu, Pemerintah Kota Batam akan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Simalungun, untuk memasok cabai dan telur. Rencana kerjasama tersebut juga akan segera ditindaklanjuti oleh Bupati Simalungun.

"Insyaalah Rabu kami akan ke Simalungun. Sehingga komoditas cabai dan telur clear. Sehingga saat akhir 2022 mendatang tak ada kendala," kata dia.

Sebelumnya, Disperindag Batam juga sudah ke Deli Serdang untuk kerjasama  memasok kebutuhan cabai di Batam. Sayangnya, di Deli Serdang, Januari Februari tersedia sementara Maret dan April kosong.

"Ternyata panennya per dua bulan saja. Sementara Simalungun mampu memasok cabai dan telur ke Batam," katanya.

Sementara itu, harga cabai di pasaran sudah mulai turun. Seperti di pasar perumnas Sagulung, harga cabai merah sudah Rp 60 ribu per kilogram padahal sebelumnya sempat pada kisaran harga Rp 80 ribu per kilogram.

Sedangkan harga cabai rawit mencapai Rp 80 ribu per kilogram, sebelumnya sempat menembus angka Rp 100 ribu per kilogram.
 

(ret)