Harga Cabai Merah dan Minyak Goreng di Batam Merangkak Naik

Harga Cabai Merah dan Minyak Goreng di Batam Merangkak Naik

Ilustrasi. (Foto: dok. Batamnews)

Batam, Batamnews - Harga bahan pokok di Batam, Kepulauan Riau saat jelang Natal dan Tahun Baru 2022 mulai merangkak naik.

Salah satu komoditas yang harganya naik hingga 30 persen adalah cabai. Komoditas pedas itu kini menyentuh Rp 68 ribu per kilogram, yang sebelumnya hanya mencapai Rp 52 per kilogram.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengakui bahwa harga cabai memang sudah mengalami kenaikan. Hal itu disebabkan stok di Kota Batam mengalami keterbatasan.

"Itu kenapa harganya saat ini semakin pedas," ujarnya, Selasa (9/11/2021).

Selain itu, kondisi lainnya yang jadi pemicu kenaikan komoditas pangan karena kondisi cuaca saat ini yang sedang dalam musim penghujan. Sehingga pengiriman dari daerah penghasil menjadi terkendala.

Amsakar menyebutkan, Batam masih bergantung pada Pulau Jawa untuk menyediakan komoditas pangan, termasuk cabai.

"Sehari seharusnya bisa 5 ton, namun pengiriman pasokan terganggu dikarenakan cuaca ekstrem saat ini. Proses pengiriman masih menggunakan jalur laut," jelasnya.

Salah satu alasan lain, adalah ketersediaan stok lokal yang semakin menipis, dan juga stok lokal yang tidak cukup untuk memenuhi permintaan pasar.

"Ada pertanian cabai lokal kita, namun hasilnya tidak bisa mencukupi," kata dia.

Selain cabai, komoditas pangan yang juga mengalami kenaikan yaitu minyak goreng. 

Amsakar mengatakan kebijakan Kementerian Perdagangan untuk tidak memperbolehkan peredaran minyak goreng curah menjadi penyebab kenaikan harga komoditas tersebut.

"Selain karena harga minyak dunia naik, kebijakan pemerintah pusat mengenai minyak goreng curah juga menjadi faktor penentu. Saat ini minyak goreng yang hanya boleh dijual, adalah minyak goreng kemasan," kata dia.

Mengenai ketersediaan komoditas pangan lainnya jelang akhir tahun, Amsakar menyampaikan stoknya masih terkendali. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) rutin melakukan operasi pasar dalam waktu dua kali seminggu.

"Laporan komoditas aman ini, juga didukung oleh data Dinas Pertanian kita," ucapnya.

(ret)