PMII Batam Gelar Bedah Buku: Menjerat Gus Dur

ilustrasi.

Batam, Batamnews - Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Batam akan menggelar bedah buku 'Menjerat Gus Dur' karya Virdika Rizki Utama.

Bedah buku tersebut, untuk mengulas sejarah dalam rangka memperingati hari kejatuhan Gus Dur dan detik-detik dekrit Presiden di keluarkan pada 23 Juli 2001. 

Rencananya, bedah buku tersebut akan digelar pada Sabtu (24/7/2021) mendatang.

Ketua PMMI Kota Batam, Pahrurozi mengatakan bahwa, kegiatan tersebut juga akan menghadirkan narasumber yang juga sebagai penulis buku dengan judul Mejerat Gus Dur tersebut.

"Momentumnya memperingati hari kejatuhan Gus Dur. Ada banyak pelajaran dalam sejarah ini yang perlu dipahami para pemuda di Batam. Rencananya bedah buku ini akan menghadirkan penulis buku Menjerat Gus Dur, yaitu Virdika Rizki Utama" ujar Pahrurozi.

Disebutkannya juga, bahwa Gus Dur adalah guru bangsa. Segala hal yang telah ia persembahkan untuk bangsa tidak boleh dianggap angin lalu.

Anak muda harus memahami sehingga kelak ketika estafet kepemimpinan sudah sampai pada giliran, maka mereka tahu apa yang harus diperbuat.

"Sebenarnya saya prihatin dengan betapa pragmatisnya anak muda sekarang, untuk itu, agenda bedah buku dengan mengangkat tema-tema kepemimpinan dan mengulas tokoh-tokoh nasional, bisa menjadi semacam fase di tengah keringnya literasi saat ini. Salah satunya soal Gus Dur. Anak muda mestinya bisa membaca kembali rekam jejak guru bangsa itu dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka," kata Rozi.

Selain menghadirkan penulis buku, PMII berencana juga menampilkan sosok Gusdurian yang telah lama mengenal Gus Dur. Beliau adalah Guntur Romli, mantan Juru Bicara Kampanye nasional Jokowi. 

"Nanti kita juga bareng Gus Guntur Romli, kita akan mengupas tuntas detik-detik penjatuhan Gus Dur dari puncak kekuasaan. Untuk narasumber lokal, akan memunculkan Bung Uba Sigalingging dan Agung Widjaya dari Gerakan Bersama Rakyat (Gebrak), serta Ahmad Firmansyah, Ketua Ansor Kota Batam," ucapnya.

Bedah buku Menjerat Gus Dur ini, lanjut Pahrurozi, adalah kerjasama PMII, Ansor, Lesbumi NU dan PC NU Kota Batam.  Untuk itu, Ia berharap kalangan muda Nahdliyin dan para pengagum Gus Dur tidak menyianyiakan kesempatan untuk ikut join virtual. 

"Ini adalah kesempatan kita belajar bersama. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Batamnews sebagai media partner untuk diskusi Menjerat Gus Dur," kata Pahrurozi.

Ulasan singkat buku 'Menjerat Gus Dur'

Dini hari, 23 Juli 2001 atau tepat 20 tahun yang lalu, dekrit itu dikeluarkan Presiden Abdurahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur, sebagai respon dari kondisi politik tanah air yang sedang mengalami gejolak.

Tiga poin yang dikeluarkan Gus Dur dalam dekritnya adalah (1) Pembubaran MPR/DPR, (2) Mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat dengan mempercepat pemilu dalam waktu satu tahun, dan (3) Membekukan Partai Golkar sebagai bentuk perlawanan terhadap Sidang Istimewa MPR.

Pada siang harinya, Amien Rais sebagai pimpinan lembaga DPR yang dibubarkan dalam dekrit, membuat reaksi keras hingga berujung pada kudeta.

Cerita singkat ini tentu memiliki banyak unsur yang jika di runut dalam sejarah, banyak anomali di dalamnya. Semua kisah dan dokumen yang selama ini masih terpendam dari pandangan publik, telah dibukukan seorang Jurnalis Muda, Virdika Rizki Utama.

Beberapa dokumen penting yang berkaitan dengan rencana penjatuhan Gus Dur ditemukan Virdika di tempat pembuangan sampah salah satu kantor Partai politik besar.

Dokumen itu yang pada akhirnya memantik keinginan anak muda ini untuk menyusun buku untuk mengulas kejatuhan Gus Dur. 

Buku yang diberi judul Menjerat Gus Dur itu mengungkap kesaksian beberapa orang dekat Gus Dur dan tokoh-tokoh yang menjadi rival politiknya kala itu.  

(aha)