Kanwil DJBC Kepri Tegah Penyelundupan Hasil Bumi
Pasir Timah Senilai Rp 4,5 Miliar Nyaris Lolos
Pejabat DJBC Kepri memperlihatkan hasil tangkapan. (Foto: Yon H)
BATAMNEWS.CO.ID, Karimun - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Khusus Kepri, menegah hasil bumi berupa pasir timah sebanyak 20 ton selundupan, 13 Oktober lalu.
Pasir timah itu dibawa KM Hamidah No1108/PPq GT-29 dari Ketapang Kalimantan Barat menuju Tanjung Pengelih Malaysia.
“Satu tersangka berinisial SS (36), bersama 4 ABK kapal sudah kita amankan dan dititipkan ke Rutan Klas II Tanjungbalai Karimun. Dan diperkirakan kerugian negara mencapai Rp4,5 miliar dengan asumsi harga pasir timah Rp 16 ribu dolar Amerika per ton,' ujar R Evy Suhartantyo, Kabid Penindakan dan Sarana Operasi Kanwil DJBC Khusus Kepri, Kamis.
Penegahan tersebut dilakukan oleh kapal Patroli Ramal Lumbang Tungkup BC-9004, sekitar pukul 21.30 WIB beberapa waktu lalu tepatnya diperairan Tokong Malang Biru.
Dalam pengakuan sementara dari nahkoda KM Hamidah saudara SS, bahwa barang yang diangkut tidak dilengkapi dokumen pelindung yang sah. Artinya, hasil bumi yang diangkat berupa pasir timah ilegal.
“Diduga telah melanggar pasal 102A huruf (a) dan (e) UU No17 tahun 2006 tentang Perubahan atas UU no10 tahun 1995 tentang Kepabeanan. Dan bisa dipidana penjara paling lama 10 tahun dengan denda mencapai Rp5 Miliar,' ujar dia.
Kepala KPPBC TMPB Tanjungbalai Karimun Abien mengatakan, pihaknya berhasil melakukan penegahan boat pancung tanpa nama yang membawa minuman keras oleh BC-500 kancil.
Pada Selasa (13/10) lalu sekitar pukul 22.38 WIB, di kawasan Bebas Batam tujuan Tanjungbalai Karimun.
Sebanyak 79 karton anggur Merah Cap Orang Tua atau minuman mengandung Etil Alkohol (MMEA) dengan satu kartonnya berisi 12 botol masing-masing berat 650 mili liter.
'Nilai barang diperkirakan mencapai Rp23 juta lebih.Tapi dampak sosial terhadap masyarakat sangat besar, apalagi barang ini berbentuk minuman keras,' kata Abien.
Namun, pihaknya tidak berhasil menangkap nahkoda maupun ABK. Selain itu nama boat pancung tidak ada identitas sama sekali.
“Mereka melarikan diri kedaratan, sehingga yang kita dapatkan hanya boat pancung dan barang bukti 79 karton ini saja,' kata dia.
[yon]
Komentar Via Facebook :