Warga Positif Corona Dilarang Beri Hak Suara di Pemilu Sabah

Warga Positif Corona Dilarang Beri Hak Suara di Pemilu Sabah

Menteri Senior Malaysia, Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob. (Foto: The Star)

Sabah - Warga Sabah yang positif Covid-19 akan dilarang memberikan suara dalam pemilu negara bagian. Sedangkan, warga yang memiliki gejala akan memilih mereka secara terpisah.

Menteri Senior Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob mengatakan warga secara umum akan menjalani pemeriksaan oleh otoritas kesehatan. Dari hasil pemeriksaan, nanti akan diketahui apakah mereka bisa memberikan hak suara atau tidak.

"Mereka yang memiliki gejala seperti suhu lebih tinggi dari 37,5 derajat Celcius, batuk, kesulitan bernapas, dan sebagainya harus memilih secara terpisah di tenda yang ditentukan," kata Ismail Sabri, seperti dinukil Batamnews dari Malaymail, Kamis (10/9/2020).

Otoritas kesehatan masyarakat memberikan izin kepada Komisi Pemilihan untuk mengadakan pemungutan suara negara bagian yang dijadwalkan pada 24 September, namun dengan protokol ketat yang mencakup pembatasan pada program kampanye.

Partai-partai peserta pemilu diimbau untuk tidak menggelar rapat umum, meski tidak aturan yang melarang mengenai hal ini. Kalaupun tetap menggelar rapat umum, partai diharapkan membatasi jumlah peserta.

Saat ini, prosedur operasi standar kesehatan di bawah perintah kontrol gerakan pemulihan (RMCO) membatasi semua program sosial menjadi hanya 250 orang, tetapi Ismail mengatakan jumlahnya harus lebih rendah untuk memastikan peserta dapat dipisahkan satu meter.

“Ceramah yang melibatkan kerumunan akan diizinkan tetapi tidak didorong, meskipun kami mengizinkan hingga 250 peserta, itu akan tergantung pada tempat. Kalau tempatnya kecil sehingga orang sulit menjaga jarak fisik, maka jumlah peserta harus dikurangi,” tambahnya.

“Tapi kami benar-benar melarang partai mengadakan pertemuan massal.”

Kementerian Kesehatan telah melaporkan 552 kasus di negara bagian itu hingga saat ini, dengan delapan kematian.

(gea)