Penumpang Berjubel Abaikan Physical Distancing di Pelabuhan Domestik Karimun

Penumpang Berjubel Abaikan Physical Distancing di Pelabuhan Domestik Karimun

Ratusan penumpang berjubel di Pelabuhan Domestik Karimun tanpa mengindahkan aturan physical distancing. (Foto: istmewa)

Karimun - Ratusan penumpang kapal berjejal dan mengabaikan pembatasan jarak (physical distancing) di Pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau, Jumat (22/5/2020) siang.

Para penumpang tersebut, ada yang baru turun dari kapal atau sedang menunggu keberangkatan ke daerah tujuan di luar Karimun. Mereka yang turun, umumnya para penumpang asli Kabupaten Karimun yang ingin merayakan lebaran dengan keluarga.

Kepadatan penumpang ini terpantau sejak Kamis (21/5/2020) kemarin. Kondisi ini membuat Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 yang berjaga di pelabuhan harus bekerja keras.

Tampak petugas memeriksa dan mencatat identitas, serta dokumen pendukung perjalanan para penumpang di pintu keluar pelabuhan.

Dokumen yang diperiksa adalah KTP, surat keterangan sehat dari puskesmas, atau surat keterangan hasil pemeriksaan rapid, atau pemeriksaan PCR.

Koordinator Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Karimun di pintu masuk Pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun, Muhammad Rahendra, mengatakan bahwa penumpang yang turun merupakan warga Karimun.

"Hampir 200 orang. Rata-rata KTP Karimun. Kapal feri yang masuk dari Selat Panjang dan Batam," kata Rahendra.

Dia menyebut ada juga penumpang yang buka warga asli Karimun. Rata-rata mereka beridentitas dari luar daerah yang ingin menemui kerabat di Karimun.

"Untuk KTP luar Karimun tak sampai 10 orang. Kalau penumpang dari luar seperti Jakarta atau Pekanbaru minimal harus ada surat rapid atau PCR," ujar Rahendra.

Karantina Terpusat Ditiadakan

 

Karantina terpusat yang kini ditiadakan sementara dam digantikan dengan membuat pernyataan siap melaksanakan karantina mandiri selama 14 hari di rumah masing-masing.

Kepadatan penumpang di Pelabuhan Domestik Karimun. (Foto: istimewa)

Bagi yang tidak memiliki KTP Karimun harus dijemput oleh keluarga mereka. Diantara penumpang yang tidak ber-KTP Karimun adalah pelajar yang orangtuanya ada di Karimun.

Selama melakukan pengawasan, pihaknya juga telah menolak sejumlah penumpang yang tidak memiliki tujuan yang jelas ke Karimun.

Seorang penumpang dari Batam, Mardi, membenarkan adanya pemeriksaan yang dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19, baik akan berangkat atau juga setelah sampai tujuan.

"Di Batam tadi dicek suhu tubuh, sampai di sini juga dicek lagi, juga diperiksa KTP, surat kesehatan dari puskesmas sama surat kuning (surat kewaspadaan kesehatan)," kata Mardi usai menjalani pemeriksaan di Posko Gugus tugas Pelabuhan.

Mardi memilih pulang ke Karimun untuk merayakan lebaran bersama keluarganya. Warga Tebing itu juga mengaku kalau dia juga telah tidak memiliki pekerjaan lagi di Batam.

(aha)