Cara Batam Tangani TKI, Karantina Hingga Pulangkan ke Daerah Asal

Petugas menyemprotkan disinfektan ke tubuh seorang WNI dari Malaysia yang tiba di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre. (Foto: Koko/batamnews)

Batam - Eksodus puluhan ribu Tenaga Kerja Indonesia dari luar negeri melewati Batam, Kepulauan Riau menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah pandemi Corona.

Pemerintah Kota Batam menyiapkan sejumlah formulasi untuk menangani kepulangan TKI ini agar tidak memunculkan dampak sosial.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin menyampaikan Batam memiliki sejumlah cara untuk penanganan TKI ini, sesuai dengan arahan pimpinan daerah yakni wali kota. 

Pertama, seluruh TKI yang juga disebut sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang ke Indonesia melalui Batam harus kembali ke kampung halamannya masing-masing. 

Kepulangan PMI dari Malaysia lewat Batam sudah diperiksa oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Bagi yang sudah memiliki tiket pesawat udara bisa langsung segera ke Bandara. 

“Begitu juga bagi yang pulang lewat kapal, bisa langsung ke pelabuhan lagi,” kata Jefridin, Rabu (8/4/2020)

Untuk yang menggunakan kapal Pelni, Jefridin menjelaskan tetap menerapkan social distancing (jaga jarak). Sesuai dengan jadwal, keberangkatan kapal Pelni dua kali dalam sepekan. 

“Sesuai KTP, kalau orang Jakarta ke Jakarta, sesuai ke daerah masing-masing,” katanya.

Sedangkan bagi PMI yang transit, pihaknya akan mengawasinya. Selain itu ada juga opsi lain, yaitu menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI). Jika ada yang ingin bergabung dengan KRI, bisa dipulangkan dengan KRI. 

“Karena KRI tidak bisa tiap hari, jadi harus menginap di hotel, kami yang akan rekomendasikan hotelnya, kalau tidak, bisa di asrama haji untuk diinapkan,” jelasnya. 

Sejak awal pandemi global ini, Pemerintah Kota Batam telah mencatat sudah ada 72 ribu PMI. Sebagian besar mengaku di Batam. 

“Tapi nanti disisir kembali lagi, berdasarkan imigrasi mulai hari ini,” kata dia. 

(ret)
SHARE US :

Berita Terkait