Nenek Asnar Terseret Air Bah Saat Tembok Pembatas Apartemen Pollux Ambruk

Nenek Asnar Terseret Air Bah Saat Tembok Pembatas Apartemen Pollux Ambruk

Asnar (87) menceritakan kejadian mengerikan yang tak disangkanya. Ia menjadi salah satu warga yang rumahnya menjadi korban imbas ambruknya tembok pembatas kawasan Apartemen Pollux Habibie. (Foto: Yude/Batamnews)

Batam - Asnar (87) menjadi salah satu korban ambruknya tembok pembatas gedung Pollux yang bersebelahan dengan perumahan Citra Batam, Rabu (29/1/2020) sore.

Ditemui batamnews, nenek Asnar hanya bisa tertidur menahan sakit setelah terseret terjangan air yang keluar dari tembok pembatas tersebut.

Dia terseret bersama cucunya saat sedang duduk di teras rumahnya saat hujan deras. Seketika tembok pembatas itu jatuh, dibarengi air bah dari dalam tembok tersebut.

“Nenek ditarik sama cucu, dia megangin adeknya juga. Air sepinggang nenek, terus terlepas nenek, hanyut. Untung terpegang pintu sama nenek,” ujarnya dengan suara lemas.

Akibat kejadian itu, Asnar sempat terbentur di bagian kepala. “Ini sakit, kebentur kedinding. Tuhan masih sayang nenek,” ucapnya sambil memegang kepalanya yang terbentur.

Anak kandung Asnar, Edi Fitri yang juga berada di lokasi terlihat sangat terpukul dengan kejadian itu. “Sampai ke dapur nenek keseret. Dia lagi duduk di depan,” katanya.

Edi menjelaskan, Air bah yang menyeret ibunya itu berasal dari kolam penampungan air yang ada dibalik tembok yang jebol akibat hujan deras sore tadi.

 

Tembok pembatas kawasan Apartemen Pollux Habibie Ambruk ke arah perumahan Citra Batam, Rabu (29/1/2020). 

Dia yang masih sibuk membersihkan sisa-sisa lumpur di rumahnya itupun tidak banyak berbicara, seakan masih tidak percaya dengan kejadian ini.

Dari pantauan batamnews di lokasi, beberapa warga masih sibuk membersihkan sisa-sisa tanah yang masuk ke dalam rumah.

Sedangkan reruntuhan tembok pembatas itu masih berada di lokasi tersebut. Warga masih menunggu alat berat untuk membersihkan puing-puing tembok tersebut. Pihak kepolisian juga sudah ke lokasi untuk memastikan kondisi warga.

Menurut keterangan beberapa warga, musibah itu terjadi saat air hujan turun di sore hari.

Noviar, pemilik rumah di Blok D 142 yang berada di Blok ke dua dari perbatasan dinding mengaku terkejut saat pulang kerja.

"Saya pulang sekitar jam 5 sore tahu-tahu air sudah menggenang dari belakang rumah, sehingga dalam rumah penuh dengan lumpur," katanya.

Hal serupa diungkap oleh Levi Nurdiansyah pemilik rumah Blok D nomor 156 yang rumahnya terdampak langsung longsornya dinding pembatas tersebut.

Rumah yang terdampak langsung sekitar 10 rumah dari Blok D nomor 147 hingga 156. "Sampai sekarang saya belum cek belum bisa masuk rumah, pas pulang udah rame," ujarnya.

 

(ude)