https://www.batamnews.co.id

Video: Detik-detik Agus Tersengat Listrik Tegangan Tinggi Tower PLN

Sempat terjadi ledakan di atas tower. (Video scroll ke bawah)

Batam - Seorang penghuni Rumah Singgah Kasih-Kasihan, Kelurahan Duriankang, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam tewas mengenaskan tersengat listrik di atas tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Teluk Lengung, Kamis (16/1/2020).

Pria bernama Agus (24) itu merupakan seorang pengidap gangguan jiwa yang ditampung di yayasan rumah singgah itu.

Ia memanjat tower SUTT dan sempat dikejar oleh pengawas di rumah singgah. Namun akibat bahayanya tower itu, Agus yang sudah memanjat sampai atas tak bisa diselamatkan lagi. Jaringan SUTT itu memiliki tegangan hingga 150 kV dan tentunya sangat mematikan.

Baca juga: Pria Tewas Tersangkut di Tower Listrik Ternyata Kurang Waras

Ajis Ardi, salah seorang relawan rumah singgah mengatakan ia sempat diberi tahu oleh sekuriti kawasan jika ada pasien gangguan jiwa rumah singgah itu yang nekad memanjat hingga ke atas tower. “Habis makan siang, terus sekuriti ngasih tau kalau salah satu pasien ada yang manjat tower,” ungkapnya.

 

Para pengurus rumah singgah tempat Agus ditampung berduka. Jenazah pria itu dievakuasi ke RS Bhayangkara. (Foto: Yude/Batamnews).

Mereka pun mencoba menyelamatkan Agus yang memanjat tinggi. Namun mengingat keselamatan nyawa mereka, akhirnya petugas sekuriti dan Ajis tak bisa berbuat banyak. Kendati mereka tetap membujuk dan meneriaki Agus untuk segera turun.

Ardi mengaku saat itu dia masih sempat melihat Agus bermain-main di atas tower. “Kami manjat ke atas, dia masih sempat muter-muterin baut. Kami sudah teriak-teriak manggil dia biar turun, tapi dia nggak mau,” kata Ardi.

“Pas kami turun dari tower, ada ledakan dua kali dari arah Agus. Kami ngeliat ada api,” ucap Ardi.

Tubuh Agus tersangkut di atas isolator tower. Saat ledakan itu sistem proteksi SUTT trip.  Ia menyaksikan peristiwa mengerikan itu. Kaki Agus tampai terjuntai tak bergerak lagi.

Baca juga: Sei Beduk Geger, Seorang Pria Tersangkut di Jaringan Tower PLN

Ardi terlihat syok dan merasa bersalah. Pasalnya Agus lepas dari pengawasan mereka. “Kami relawan ada 12 orang, sedangkan pasien ada 52 orang. Tidak berimbang, apalagi yang kami urus pasien seperti ini,” ujarnya.

Agus diketahui sudah masuk ke rumah singgah sekitar 4 hingga 5 bulan lalu. Polisi dan petugas PLN kemudian datang dan mengevakuasi Agus dari atas tower. Jasadnya kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri.

Berikut videonya:

 

(ude)