Cerita Anak Kandung Hakim Jamaluddin yang Tewas di Tangan Istri

Batam - Kenny Akbari tak menyangka, ayahnya, Jamaluddin, hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, dibunuh istri sendiri Zuraida Hanum. Kenny pun menyerahkan sepenuhnya penanganan hukum itu ke pihak berwenang.

Kenny Akbari sudah pasti sedih. Ia sangat sulit membayangkan apa yang terjadi. Kenny mengaku sangat terkejut dengan kejadian itu. 

"Saya serahkan ke polisi," ujar Kenny Akbari seperti dilansir detikcom. 

Kenny juga meminta hakim berlaku adil. "Kalau bisa hukum seumur hidup," kata Kenny.

Kenny adalah anak sulung dari pasangan Jamaluddin, sedangkan Zuraida adalah ibu tirinya.

Ia mengaku tak tahu soal kejadian itu pada awalnya. Saat bersamaan dia tidak berada di lokasi kejadian. Jamaluddin dihabisi di dalam rumahnya.

"Saat itu saya di rumah sakit," paparnya. Zuraida ditetapkan sebagai otak pelaku pembunuhan hakim PN Medan Jamaluddin. Ia ditahan di Polrestabes Medan sejak Rabu 8 Januari 2020. 

Zuraida telah mengungkapkan kejadian tersebut secara gamblang. Terbaru, Zuraida mengaku menyiapkan duit Rp 2 juta untuk rencana pembunuhan yang akan dilakukan oleh dua eksekutor, JP dan R, yang disewanya.

"Uang sebesar Rp 2 juta untuk membeli pakaian pelaku, termasuk sarung tangan yang digunakan saat melakukan aksinya," kata Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Andi Rian saat dihubungi, Kamis 9 Januari 2020.

Sakit hati akan dicerai

Terbaru, polisi mengatakan motif pembunuhan ini diduga adalah sakit hati. Zuraida diduga merancang pembunuhan karena akan dicerai.

Pembunuhan itu berawal saat Jamaluddin tidur di rumahnya di Jalan Aswad, Perumahan Royal Monaco, Blok B Nomor 22, Medan, pada Jumat, 28 November 2019. Jamaluddin saat itu tengah tidur bersama anaknya.

Pada dini hari, Zuraida pergi menjemput JP dan R di Pasar Johor, Jalan Karya Wisata Medan. Setibanya di rumah, Zuraida membawa JP dan R menuju lantai tiga rumah Jamaluddin. Hakim Jamaluddin lalu dibunuh dengan cara dibekap dengan bed cover dan sarung bantal hingga kehabisan oksigen. Jasad Jamaluddin kemudian dibuang ke Dusun II Namo Rindang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang. Di sana, para pelaku meninggalkan Jamaluddin di dalam mobil tersebut di sebuah jurang. Korban ditinggalkan dengan kondisi terbaring di posisi bangku belakang.


Berita Terkait