Peneliti Temukan Fosil Ular Berkaki Berusia Puluhan Juta Tahun

Ilustrasi

Jakarta ‐ Sebuah fosil ular berusia sekitar 90 juta tahun yang ditemukan di tengah gurun Kokorkom, Argentina, memiliki kaki belakang yang kecil. Penemuan ular berkaki ini menjawab pertanyaan para ahli terkait bagaimana ular berevolusi.

Menurut hasil penelitian yang diterbitkan jurnal Science Advances, Najash rionegrina, ular yang hidup di gurun pasir ini memiliki kaki belakang. Fosil juga menunjukkan ular tidak seperti ular skolekofidian, melainkan ular bermulut besar dengan gigi tajam.

Sejak dulu, belum pernah ada penemuan fosil ular yang dapat menjelaskan bagaimana makhluk vertebrata ini benar-benar bertransisi.

Dilansir dari CNN, Selama 70 juta tahun ular Najash hidup dengan kaki belakang. Hal Ini menunjukkan bahwa kaki belakang berguna bagi ular dan bukan hanya sekadar bagian tubuh untuk bertransisi.

Ular Najash ini memiliki bagian tubuh primitif yang mirip dengan kadal, yaitu terdapat tulang pipi. Bentuk ini tidak akan ditemukan pada ular modern saat ini. Namun yang membedakannya dengan kadal adalah tengkoraknya yang sangat fleksibel sehingga memungkinkn ular untung menelan mangsa yang berukuran jauh lebih besar dari tubuhnya.

Penelitian dilakukan dengan cara memindai fosil dalam bentuk tiga dimensi untuk lebih memahami bagaimana jaringan tubuh dan juga struktur tubuh ular purba ini. Ternyata, hasilnya berhasil mengubah pemahan selama ini mengenai bagaimana ular berevolusi.

"Setelah 160 tahun salah, makalah ini mengoreksi fitur yang sangat penting ini tidak didasarkan pada dugaan, tetapi pada bukti empiris," kata Michael Caldwell, salah seorang peneliti juga profesor dari Univesity of Alberta.

Para peneliti berpendapat bahwa hanya ditemukan kaki belakang pada ular karena bagian kaki depannya telah hilang jauh lebih awal.

Setidaknya penemuan tengkorak Najash telah membuktikan bahwa ular masih memiliki hubungan dengan kadal besar. Sehingga menurut Live Science, temuan ini juga mematahkan anggapan sebelumnya bahwa ular telah berevolusi dari hewan berukuran kecil seperti cacing.

(*)