OJK Kepri Komitmen Jaga Stabilitas Sistem Keuangan

OJK Kepri Komitmen Jaga Stabilitas Sistem Keuangan

Kepala perwakilan OJK Kepri, Iwan M Ridwan memberikan sambutan dalam buka puasa bersama media. (Foto: Margaretha Nainggolan/batamnews)

Batam - Stabilitas sektor jasa keuangan dalam kondisi terjaga dengan kinerja intermediasi sektor jasa keuangan yang positif dan profil risiko lembaga jasa keuangan yang dapat dikendalikan. 

Kantor OJK Provinsi Kepulauan Riau berkomitmen untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dengan terus mendorong peran sektor jasa keuangan dalam memacu pertumbuhan Provinsi Kepri. 

"Sampai dengan Triwulan I tahun 2019 secara umum perkembangan jumlah Bank Industri Keuangan Non Bank (IKNB) dinilai postif, yaitu adanya penambahan jaringan kantor, satu kantor cabang bank umum di Kota Tanjungpinang, dan satu kantor cabang asuransi dan satu gadai swasta di Kota Batam," ujar Kepala perwakilan OJK Kepri, Iwan M Ridwan, Kamis (23/5/2019). 

Perkembangan keuangan bank umum konvensional dan syariah triwulan I 2019 di Provinsi Kepri juga mengalami peningkatan, aset sebesar Rp66,32 triliun tumbuh 3,55 persen (yoy), kredit sebesar Rp36,67 triliun tumbuh 6,53 persen (yoy), Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp48,38 triliun tumbuh 3,51 persen (yoy), sementara Loan To Debt Ratio (LDR0 75,8 persen dan Non Performing Loan (NPL) 2,66 persen. 

Sedangkan perkembangan keuangan Bank Perkreditan Rakyat (BPR)/BPR Syariah (BPRS) sampai dengan Maret 2019 (yoy) tercatat aset sebesar Rp7,33 triliun tumbuh 8,71 persen, kredit sebesar Rp5,48 triliun tumbuh 14,03 persen, DPK sebesar Rp48,38 triliun tumbuh 3,51 persen (yoy). 

"Sementara LDR sebesar 75,80 persen dan NPL 2,66 persen," katanya. 

Kemudian secara spesifik sektor pasar modal, pertumbuhan jumlah investor di Provinsi Kepri sampai dengan saat ini tercatat sebesar 12,19 persen (ytd) menjadi 17.354 investor (Maret 2019) dari 15.468 investor (Desember 2018) dan persentase pertumbuhan terbesar pada investor Surat Berharga Negara yaitu 20,32 persen dilanjutkan investor reksadana yang tumbuh 16,76 persen dan investor daham tumbuh sebesar 10,12 persen. 

Sebagian besar investor pasar modal di Kota Batam yaitu sebesar 73,78 persen investor dengan porsi kepemilikan saham Emiten sebesar Rp1.233,44 miliar atau 87,69 persen dari total kepemilikan saham di Provinsi Kepri. Selanjutnya komposisi investor di Provinsi Kepri 44 persen berinvestasi di saham, 48 persen pada efek reksadana. 

"Dan 8 persen berinvestasi pada efek Surat Berharga Negara," sebutnya. 

Perkembangan sektor IKNB Triwulan I 2019, piutang pebiayaan perusahaan pembiayaan sebesar Rp 2.944 miliar meningkat 0,09 persen (ytd), piutang pembiayaan tertinggi sebesar Rp 2.521 miliar terdapat di Kota Batam. Non Performing Financing (NPF) di Provinsi Kepri sebesar 1,19 persen. 

Posisi Desember 2018, Asuransi Umum dengan premis sebesar Rp 486,36 miliar, klaim sebesar Rp 164,14 miliar. 

"Sedangkan Asuransi Jiwa, premi sebesar Rp 1.635 miliar klaim sebesar Rp 1.289 miliar," katanya. 

(ret)
 


Berita Terkait