BP Batam: Investor Mesir Minat Investasi Senilai 200 Juta USD di Sektor Properti

BP Batam melakukan pertemuan dengan Dubes Besar RI untuk Mesir dan pengusaha Mesir. (Foto: Yude/Batamnews)

Batam - Dua investor asal Mesir berminat menanamkan investasi bidang properti di Batam senilai 200 Juta USD. Sebelumnya BP Batam menyambangi mesir untuk mempromosikan potensi investasi di kota ini.

Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, kunjungan BP Batam ke Mesir beberapa waktu lalu untuk menjalin kerjasama perdagangan investasi bidang wisata antara Kepri dan Mesir membuahkan hasil. Mereka tertarik untuk menanamkan saham di Batam

"Dari kunjungannya ke Mesir itu, BP Batam sudah mendapatkan surat dari investor Mesir yang akan membuka usahanya di Batam. Ini awal yang diharapkan bisa berlanjut,” ujarnya saat kunjungan Dubes RI untuk Mesir beserta rombongan di Hotel Radisson, Batam, Minggu (21/10/2018).

Dubes Besar RI untuk Mesir, Helmy Fauzy mengatakan, pertemuan ini sengaja dilakukan karena membalas kedatangan BP Batam ke Mesir belum lama ini. Hasil transaksi pertemuan bisnis lalu dianggap cukup efektif

“Bukan hanya menghasilkan kontak, tapi juga ada transaksi konkrit. Ada potensi investasi masuk sebesar 200 juta USD dari pengusaha Mesir ke Batam untuk sektor properti,” kata dia.

Lanjut Helmy selain properti, yang menarik perhatian pengusaha Mesir adalah agrikultur dan food industri.

“Pengusaha juga ingin melihat kawasan industri, pengelolaan makanan, dan produk untuk ekspor, pabrik pengolahan minuman untuk pasar di Asean dan Asia,” ucapnya.

Melihat perkembangan BP Batam yang sudah berani menarik investor ke luar Asia, Helmy sangat mengapresiasi kinerja kepala BP Batam.

“Ini adalah perwujudan dari instruksi presiden untuk melihat pasar baru yang potensial. Banyak negara lain yang mulai melakukan penertrasi ke Afrika yang sedang tumbuh, inisiatif dari pak Lukita sangat baik sekali,” katanya.

Dalam pertemuan itu turut hadir dua pengusaha Mesir, mereka datang untuk melihat potensi industri di Batam.

(ude)

SHARE US :