Begini Proses Perakitan Smartphone Honor di PT Satnusa Batam

Untuk memenuhi aturanTingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), Honor menggandeng PT Satnusa Persada. 

Batam - Honor, smartphone asal China dirakit di pabrik Smartphone Batam. Untuk memenuhi aturanTingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), Honor menggandeng PT Satnusa Persada. 

PT Satnusa banyak mengakomodir kebutuhan perakitan vendor smartphone asing, termasuk Honor. Proses perakitannya pun diklaim telah memenuhi standar internasional.

Seperti apa proses perakitan HP Honor? berikut ulasannya.

Pengecekan Bahan Baku

Yang pertama adalah melakukan pengecekan bahan baku yang diimpor dari luar dan juga dari dalam. Pengecekan ini dilakukan secara sampling.

"Apabila bahan baku tersebut telah lolos, maka akan kami tarik ke dalam assembling area. Ada total sekitar 40 komponen yang kami impor dan rakit menjadi jadi," ujar Project Manager PT Satnusa Persada Stanly R. Joseph kepada detik.com.

Testing Machine

Setelah proses perakitan selesai, lanjut Stanly, maka smartphone kemudian akan dimasukkan ke dalam testing machine. Menariknya mesin penguji ini langsung dibawa dari China oleh tim Honor.

Stanly mengklaim bahwa mayoritas ponsel Honor kualitasnya sangat bagus. Kecil kemungkinan terjadi cacat produksi.

Quality Control

Baru setelah itu masuk ke dalam tahap quality control dan ponsel pun siap dikirim ke Jakarta untuk kemudian didistribusikan ke beberapa daerah

"Bila tadi pemeriksaan bahan baku hanya dilakukan sampling, maka pengujian 100% dilakukan, baik itu pengujian kelistrikan, kamera, dan software," terangnya

Pengujian Aging

Proses pengujian tak terhenti sampai di situ. Adapula pengujian aging. Dalam aging test, ponsel itu dinyalakan dalam penggunaan beberapa aplikasi selama delapan jam. Tujuannya, untuk melihat apakah ponsel berjalan dengan baik atau tidak. Stanly mengklaim bahwa mayoritas ponsel Honor kualitasnya sangat bagus. Kecil kemungkinan terjadi cacat produksi. 

Siap Dikirim

Baru setelah itu masuk ke dalam tahap quality control dan ponsel pun siap dikirim ke Jakarta untuk kemudian didistribusikan ke beberapa daerah.

(*)

Baca juga:

Lusia Efriani: Pemangkasan Pajak Beratkan UKM Kecil

Ilmuan Amerika Klaim Temukan Obat Penghancur Kanker

 

SHARE US :

Berita Terkait