Warga Baloi Kolam Tak Sepakat dengan Wali Kota Rudi

Wali Kota Batam Rudi saat meresmikan fly over simpang jam (Foto: Batamnews)

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Ucapan Wali Kota Batam HM Rudi terkait rencana penggusuran permukiman Baloi Kolam, Batam Kota, Batam, menuai polemik. 

Forum Komunikasi RT/RW Baloi Kolam mengaku heran dan meminta Rudi menjelaskan perihal adanya ribuan warga yang sudah sepakat. 

Warga Forum Baloi Kolam menyebutkan bahwa apa yang disampaikan oleh Walikota Batam Muhammad Rudi sangat tidak relevan dan apa yang dimaksud dalam masalah tersebut merupakan Hoax. 

"Hal ini kami sampaikan bahwa, kami RT /RW warga Baloi Kolam belum pernah sekali pun bermusyawarah ataupun berdiskusi terkait permasalahan lahan di Baloi Kolam dengan pemerintah Kota Batam, kalau pun ada warga yang mengaku dari Baloi Kolam kami menganggap itu adalah oknum yang tidak bertanggung jawab dan tidak bisa dipertanggungjawabkan," ujar Biman Sinaga Ketua RT 06, salah satu tokoh Baloi Kolam kepada batamnews.co.id, Selasa (23/1/2018).

Biman menegaskan, terkait masalah tersebut meminta wali kota memberikan klarifikasi. 

Biman Sinaga juga meminta jajaran Pemko Batam tidak tergesa-gesa melakukan penggusuran. Malahan warga meminta Pemko Batam mengevaluasi izin yang diberikan BP Batam kepada pemilik lahan di Baloi Kolam.

Biman Sinaga menambahkan, selain kepada Walikota Batam, Forum RT/RW Baloi Kolam juga meminta kepada Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo untuk segera memberikan penjelasan kepastian terkait status lahan di Baloi Kolam dan informasi tentang pencabutan PL lahan di Baloi Kolam.

"Serta menjelaskan izin yang sudah dikeluarkan kepada penerima alokasi dengan transparan sesuai dengan Undang Undang  Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan juga meminta untuk menghormati keberadaan warga di Baloi Kolam yang sudah lama menempati lokasi lahan di Hutan Lindung Dam Baloi," ucapnya.

(jim)