Polisi Ungkap Perdagangan Anak Terorganisir di Batam, Dipaksa Jadi Pengemis dan Pengamen

Polisi Ungkap Perdagangan Anak Terorganisir di Batam, Dipaksa Jadi Pengemis dan Pengamen

Kapolresta Barelang Kombes Helmy Santika memperlihatkan dua orang pelaku perdagangan anak di Batam (Foto: Edo/Batamnews)

Zuhri Muhammad

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Sejumlah anak-anak di bawah umur diduga sengaja dijadikan pengemis dan pengamen di kawasan Nagoya, Batam, Kepulauan Riau. Mereka beroperasi pada malam hari.

Mereka ternyata terlibat kegiatan negatif. Diantaranya bermain game di warnet dan diantaranya menghisap lem.

Polisi mengungkap kasus tersebut di sebuah warnet di kawasan Seraya, Batuampar.

"Didapat sebuah warnet di Seraya, Batuampar, menyalahi aturan pemerintah yang beroperasi 24 jam," kata Kapolresta Barelang Kombes Pol Helmy Santika, Sabtu (1/4/2017).

Para anak-anak gelandangan itu pun diangkut ke Polresta Barelang. Mereka didata dan dimintai keterangan.

Kepada polisi mereka mengaku dipekerjakan hingga larut malam. “Ada 8 orang anak. Rata-rata umur mereka masih dibawah 17 tahun,” ujar Kapolresta.

"Setelah kita selidiki, ada 5 orang anak yang sedang asik menghisap lem. Di warnet tersebut juga menyediakan tempat untuk tidur yang digunakan untuk menghisap lem, dan anak-anak itu tidak pulang ke rumah,” ucap Helmy.

Polisi tak berhenti di situ saja. Kasus pun dikembangkan. Dua orang pria yang diduga mempekerjakan mereka ditangkap.

“Mereka bertugas sebagai pengawas anak-anak tersebut,” ujar dia. Keduanya adalah Pp dan Sa.

"Dua orang ini diduga sebagai orang yang menyuruh anak-anak tersebut,” ucap Helmy.

Polisi juga menemukan hal mencurigakan di warnet. Ada kasus khusus “pasien” usai menghisap lem.

“Di warnet tersebut, ada banyak anak di bawah umur bermain di sana, kita akan selidiki dan periksa pemilik warnet, apakah semua izinnya lengkap," ujar Helmy.

Pengakuan dari anak-anak tersebut ke polisi, kalau hasil "kerja" itu untuk bermain warnet dan jajan, dan para pengamen dihabiskan untuk membeli lem.

Polisi masih mendalami kasus tersebut, selain kenakalan anak, polisi akan mendalami apakah ada kasus kekeran fisik dan pelecehan seksual. Kemudian warnet tersebut juga akan diperiksa apakah kerap membuka konten yang berbau porno.

"Kita akan dalami, apakah ada kekerasan seksual atau kekerasan lainnya. Dan warnet tersebut juga akan kita periksa," ucap Kombes Helmy.

Sementara itu, anak-anak yang diamankan polisi sudah dikembalikan kepada orangtua masing-masing. Dan hampir rata-rata mereka semua putus sekolah.

"Rata-rata sudah putus sekolah, tapi kita sudah kembalikan ke orangtua mereka. Tempat yang paling pas bagi anak yang dalam masa pertumbuhan adalah keluarga," kata Helmy.***

 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.
Komentar Via Facebook :