Sampah Pasar Jodoh Dipindah ke Depan Rumah Pompa, Warga Batam Khawatir Picu Pencemaran dan Banjir

Sampah Pasar Jodoh Dipindah ke Depan Rumah Pompa, Warga Batam Khawatir Picu Pencemaran dan Banjir

Persoalan pengelolaan sampah di kawasan Pasar Jodoh, Kota Batam, belum juga menemukan solusi yang benar-benar tuntas. (Foto: Asrul/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews — Persoalan pengelolaan sampah di kawasan Pasar Jodoh, Kota Batam, belum juga menemukan solusi yang benar-benar tuntas. Setelah sempat dibiarkan menggunung di tengah kawasan pasar, kini tumpukan sampah tersebut dipindahkan ke depan Rumah Pompa Sungai Jodoh. Namun, langkah itu justru memunculkan kekhawatiran baru.

Sebelumnya, tumpukan sampah di tengah pasar menuai protes dari pedagang dan masyarakat karena menimbulkan bau menyengat serta mengganggu keindahan kawasan. Alih-alih diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sampah-sampah tersebut kini dipindahkan ke area yang berada tepat di depan Rumah Pompa Sungai Jodoh.

Pantauan di lapangan pada Jumat (17/7/2026) menunjukkan, pemindahan tersebut tidak menyelesaikan persoalan, melainkan hanya menggeser lokasi penumpukan sampah ke kawasan yang dinilai lebih rawan terhadap dampak lingkungan.

Tumpukan limbah yang didominasi plastik, kantong kresek, keranjang buah bekas, serta sisa komoditas pasar terlihat menggunung di lahan tepat di depan bangunan Rumah Pompa Sungai Jodoh. Di sekitar lokasi, sejumlah warga dan pemulung tampak beraktivitas di antara gunungan sampah yang mulai meluber.

Kondisi semakin mengkhawatirkan karena lokasi penumpukan hanya berjarak beberapa meter dari aliran sungai yang terhubung langsung dengan sistem rumah pompa. Bahkan, tanggul di sisi sungai juga dipenuhi tumpukan sampah yang menggunung hingga mendekati bibir sungai.

Situasi tersebut memicu kekhawatiran warga. Mereka menilai, apabila hujan deras turun dan debit air meningkat, tumpukan sampah sangat berpotensi hanyut ke sungai dan mengganggu fungsi rumah pompa.

Salah seorang warga, Hadi, mempertanyakan kebijakan pemindahan sampah ke area yang dinilai sangat vital tersebut.

"Kenapa banyak sekali sampah yang ditumpuk di depan pompa ini? Ini sangat berbahaya. Kalau nanti masuk musim hujan, sampah-sampah ini bisa dengan mudah jatuh dan hanyut ke dalam air karena posisinya sangat di tepi sekali," keluh Hadi dengan nada khawatir.

Kekhawatiran itu dinilai cukup beralasan. Dari kondisi di lapangan, tumpukan sampah tidak memiliki pembatas yang memadai sehingga berisiko longsor ke aliran sungai saat hujan deras.

Jika hal itu terjadi, sampah dikhawatirkan menyumbat sistem kerja Rumah Pompa Sungai Jodoh. Kondisi tersebut berpotensi menghambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir di kawasan sekitar.

Selain ancaman banjir, tumpukan sampah yang terus berada di lokasi juga menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu aktivitas warga dan pedagang. Terlebih, lokasi penumpukan berada tidak jauh dari kawasan permukiman.

Hingga berita ini diterbitkan, warga dan pedagang mendesak instansi terkait segera membersihkan area tersebut secara menyeluruh serta menyediakan lokasi pembuangan yang lebih layak.

Mereka menilai pemindahan sampah dari tengah pasar ke tepi sungai bukanlah solusi, melainkan hanya memindahkan persoalan ke tempat lain yang justru berpotensi menimbulkan dampak lingkungan lebih besar.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :