Ditodong Pisau, Warga Batam Kehilangan Uang Jutaan saat Hendak Urus BPJS di Nongsa
Ilustrasi
Batam, Batamnews – Seorang warga menjadi korban dugaan penjambretan yang disertai ancaman senjata tajam saat hendak mengurus administrasi BPJS di kawasan Simpang Tiga Turi, tepatnya di depan Perumahan Symphony Line, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Korban, yang merupakan orang tua dari Zulfan, diduga dipepet oleh seorang pelaku tak dikenal ketika melintas di lokasi kejadian. Pelaku kemudian mengancam korban menggunakan benda tajam yang diduga pisau sebelum merampas tas milik korban.
Di dalam tas tersebut terdapat uang tunai senilai jutaan rupiah, kartu tanda penduduk (KTP), serta sejumlah dokumen penting lainnya.
Zulfan mengatakan, peristiwa itu berlangsung sangat cepat sehingga orang tuanya tidak sempat melakukan perlawanan karena mengutamakan keselamatan.
“Hari Rabu sekitar pukul 10.00 WIB, orang tua saya sedang dalam perjalanan mau mengurus BPJS. Saat melintas di Simpang Tiga Turi, depan Perumahan Symphony Line, Nongsa, tiba-tiba dipepet orang tidak dikenal dan ditodong benda tajam yang diduga pisau. Pelaku langsung mengambil tas milik orang tua saya yang berisi uang jutaan rupiah, KTP, dan surat-surat berharga lainnya,” ujar Zulfan kepada batamnews.co.id, Jumat (10/7/2026).
Menurut Zulfan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga sekitar, lokasi tersebut diduga kerap menjadi sasaran aksi kejahatan dengan modus serupa.
“Kami mendapat informasi dari warga sekitar bahwa dalam kurun waktu sekitar satu minggu terakhir sudah ada empat orang yang diduga menjadi korban dengan modus dan pelaku yang sama. Kami berharap aparat kepolisian segera menindaklanjuti informasi ini agar tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban,” katanya.
Korban telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku serta memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang dilaporkan korban.

Komentar Via Facebook :