Resmi Dilantik, ORADO Kepri Targetkan Cetak Atlet Domino Kelas Nasional hingga Tembus PON 2028
Prosesi pelantikan yang berlangsung meriah ini digelar di Atrium Mega Mall Batam pada Minggu (5/7/2026) malam.
Batam, Batamnews – Citra permainan domino di Kepulauan Riau kini resmi naik kelas menjadi cabang olahraga prestasi yang diakui. Hal ini ditandai dengan dilantiknya secara resmi Pengurus Provinsi Organisasi Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Kepulauan Riau masa bakti 2026-2030.
Prosesi pelantikan yang berlangsung meriah ini digelar di Atrium Mega Mall Batam pada Minggu (5/7/2026) malam.
Di bawah kepemimpinan Rizki Faisal sebagai ketua terpilih, momentum ini juga diselaraskan dengan penyerahan penghargaan bagi para pemenang kompetisi bergengsi Kepri Domino Cup 2026 yang telah bergulir sebelumnya.
Prosesi sakral pelantikan tersebut dibuka dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Pengprov ORADO Kepri, disusul dengan serah terima jabatan, serta penyerahan pataka organisasi sebagai simbol dimulainya masa pengabdian kepengurusan yang baru.
Ketua Harian sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Pengprov ORADO Kepri, Walfentius Tindaon, menegaskan bahwa pelantikan ini menjadi fondasi penting untuk memperkuat kelembagaan. Terlebih, langkah awal dalam kancah nasional sudah mulai dijajaki oleh para pengurus.
"Bulan lalu, kami sudah mengirimkan delegasi atlet untuk berlaga di kejuaraan tingkat nasional yang diadakan oleh PB ORADO. Walaupun trofi juara belum berhasil dibawa pulang, pengalaman itu membuktikan bahwa atlet-atlet Kepri mampu bersaing ketat. Target kami ke depan jelas, yakni merebut podium juara," ujar Walfentius dengan optimis.
Ia menambahkan, program pembinaan ke depan akan digencarkan mulai dari akar rumput. Turnamen-turnamen lokal akan digalakkan di tingkat kelurahan hingga kecamatan guna menjaring talenta potensial yang nantinya akan digembleng untuk kompetisi yang lebih tinggi.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pengprov ORADO Kepri, Rizki Faisal, mengingatkan seluruh jajarannya bahwa pelantikan ini adalah gerbang awal dari sebuah tanggung jawab besar. Ia berkomitmen membawa ORADO Kepri menjadi organisasi yang profesional dan berorientasi pada prestasi.
Bagi Rizki, domino bukan lagi sekadar permainan pengisi waktu luang, melainkan sebuah cabang olahraga yang menuntut sportivitas tinggi, kecerdasan strategi, ketajaman intelektual, serta kekuatan persaudaraan.
"Kejayaan organisasi ini tidak bersandar pada kehebatan ketuanya saja, melainkan pada soliditas seluruh pengurus. Mari kita mengabdi dengan hati dan integritas, serta membesarkan ORADO Kepri lewat kejujuran, disiplin, dan gotong royong," tegas Rizki dalam pidatonya.
Langkah progresif domino menjadi cabang olahraga prestasi ini mendapat dukungan penuh dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kepri. Ketua KONI Kepri, Usep RS, yang turut hadir dalam acara tersebut mengungkapkan bahwa ORADO kini telah sah menyandang status sebagai anggota istimewa KONI pasca-Munaslub KONI Pusat pada Mei 2026 lalu.
"Kehadiran ORADO harus menjadi momentum untuk mengubah paradigma publik. Domino bukan lagi identik dengan tongkrongan kedai kopi. Ini adalah olahraga prestasi yang diakui secara nasional. Kami menargetkan domino bisa dimainkan sebagai cabang ekshibisi pada Porprov Kepri tahun ini, sehingga jalan menuju PON 2028 nanti makin terbuka lebar," jelas Usep RS.
Apresiasi tinggi juga dilayangkan oleh pengurus pusat. Ketua Harian PB ORADO, Giri Bayu Kusumah, mengaku kagum dengan konsep pelantikan di Batam yang berani mendekatkan diri langsung ke masyarakat dengan memilih lokasi di pusat perbelanjaan.
Giri menyebutkan, sejak berdiri pada November 2025, ekspansi kepengurusan ORADO di tingkat provinsi tergolong sangat cepat, dan Kepri menjadi salah satu daerah yang menunjukkan akselerasi luar biasa.
"Ini pertama kalinya saya menghadiri pelantikan pengurus ORADO di dalam mall. Langkah yang sangat cerdas untuk memasyarakatkan olahraga domino. Kepri bergerak sangat cepat," puji Giri.
Meski demikian, Giri mengingatkan bahwa kemeriahan ini adalah awal dari tugas berat untuk memperluas ekosistem olahraga domino hingga ke pelosok Kepri.
Ia berharap besar agar tanah Kepulauan Riau bisa melahirkan bibit-bibit atlet unggulan yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah nasional.
Sebagai bentuk penghormatan budaya lokal dan simbol sinergi, pengurus ORADO Kepri turut menyerahkan tanjak adat Melayu serta papan domino secara simbolis kepada Wakapolda Kepri, Ketua Harian PB ORADO, dan Ketua KONI Kepri.
Acara malam itu ditutup dengan penuh sukacita melalui prosesi penyerahan piala kepada para jawara Kepri Domino Cup 2026.

Komentar Via Facebook :