Kepri Targetkan Bangun 7 Sekolah Rakyat, Tiga Lokasi Diprioritaskan Mulai Dibangun Tahun Ini
Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura saat meninjau lokasi pembangunan sekolah rakyat. (Foto: dok.Diskominfo Kepri)
Tanjungpinang, Batamnews – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menargetkan pembangunan tujuh Sekolah Rakyat yang tersebar di sejumlah daerah sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, terutama dari keluarga kurang mampu.
Target tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, saat meninjau lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Kepri di kawasan Dompak, Tanjungpinang, Selasa (23/6/2026).
Menurut Nyanyang, program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program nasional yang saat ini terus dipersiapkan oleh pemerintah daerah. Dari tujuh sekolah yang direncanakan, satu di antaranya akan dibangun di kawasan Dompak, Kota Tanjungpinang.
“Tujuh Sekolah Rakyat yang ditargetkan akan tersebar di enam kabupaten/kota di Kepri. Salah satunya berada di Dompak, Tanjungpinang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kota Batam tidak masuk dalam skema pembangunan tersebut karena memiliki mekanisme tersendiri dalam pelaksanaan program pendidikan.
Saat ini, proses survei lokasi terus berjalan. Dari enam daerah yang menjadi sasaran pembangunan, lima lokasi telah disurvei, sementara survei untuk Kabupaten Kepulauan Anambas dijadwalkan berlangsung pekan depan.
“Hingga saat ini survei lokasi telah dilakukan di lima daerah. Untuk Kabupaten Kepulauan Anambas akan dilaksanakan pada pekan depan,” kata Nyanyang.
Pemprov Kepri berharap proses pembangunan dapat segera dimulai setelah seluruh persyaratan teknis dan administrasi terpenuhi. Bahkan, tiga lokasi prioritas ditargetkan sudah memasuki tahap pembangunan pada tahun 2026.
“Kami berharap seluruh persyaratan, mulai dari kesesuaian tata ruang, AMDAL, sertifikasi lahan, konektivitas hingga analisis dampak lalu lintas dapat segera diselesaikan sehingga proses pembangunan bisa segera dimulai,” ujarnya.
Nyanyang menambahkan, proses lelang proyek ditargetkan berlangsung pada Oktober 2026, sehingga pembangunan fisik dapat segera dikerjakan setelah seluruh dokumen pendukung rampung.
Sekolah Rakyat yang akan dibangun nantinya mengusung konsep boarding school atau sekolah berasrama. Selain menyediakan fasilitas pendidikan, sekolah ini juga dirancang untuk mendukung pembentukan karakter dan pengembangan potensi siswa secara menyeluruh.
Berbagai fasilitas penunjang akan disiapkan, mulai dari sarana olahraga, tempat ibadah, hingga fasilitas pendukung lainnya.
“Nantinya tersedia fasilitas olahraga, tempat ibadah, lapangan sepak bola standar semiinternasional, kolam renang, lapangan bulu tangkis, serta berbagai sarana pendukung lainnya. Kita ingin seluruh kebutuhan belajar dan pengembangan siswa dapat terpenuhi dengan baik,” jelas Nyanyang.
Dengan konsep tersebut, Pemerintah Provinsi Kepri berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi pemerataan pendidikan sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan berkualitas.
Komentar Via Facebook :