Nasib Ibas Balita 2 Tahun Hanyut Gorong-gorong Batam Tanjung Sengkuang, Tim SAR Gabungan Terus Sisir hingga Malam
Personel Tim SAR Gabungan terlihat menyusuri mulut gorong-gorong di kawasan Tanjung Sengkuang, Batam, Senin (22/6/2026) malam. Sejak pagi, mereka bergantian menyisir setiap saluran air yang diduga menjadi jalur hanyutnya Ibas, balita 2 tahun yang terseret arus saat hujan deras. Hingga larut malam, pencarian masih terus berlangsung dengan harapan kecil namun tetap menyala. (Dokumentasi Tim SAR Batam).
Batam, Batamnews – Hari Senin, 22 Juni 2027 yang pagi tadinya ramai dengan rintik hujan, mendadak berubah jadi duka bagi keluarga di Tanjung Sengkuang, Pelabuhan Pendi, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Seorang balita laki-laki bernama Ibas, baru berusia dua tahun, dilaporkan hanyut terbawa arus gorong-gorong di depan rumahnya.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu hujan lebat mengguyur kawasan tersebut. Ibas, yang sedang asyik bermain air di depan rumah, diduga terpeleset dan jatuh ke dalam gorong-gorong. Tubuh mungilnya langsung terseret arus deras yang memenuhi saluran drainase.
Begitu tahu kejadian itu, warga dan keluarga langsung panik. Mereka bergerak cepat, menyisir sendiri sepanjang aliran gorong-gorong dan saluran air di sekitar lokasi. Namun, hingga siang hari, upaya mereka belum membuahkan hasil.
Pencarian baru terkoordinasi setelah laporan resmi diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang. Laporan dari anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Batam masuk pada pukul 10.55 WIB.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan tim langsung dikerahkan.
"Kami menerima laporan dan langsung memberangkatkan enam personel Rescue dari Pos SAR Batam pada pukul 11.10 WIB," ujarnya. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 11.45 WIB.
Tim SAR gabungan pun mulai bergerak. Mereka membawa satu unit perahu karet, alat deteksi bawah air canggih bernama AquaEye, perlengkapan komunikasi, dan alat evakuasi medis. Pencarian tak hanya dilakukan oleh Basarnas.
TNI AL, Polairud Batam, Tagana, BPBD Kota Batam, hingga warga sekitar bahu-membahu menyisir setiap titik yang diduga menjadi jalur hanyutnya Ibas.
Hingga Senin malam, langit Tanjung Sengkuang semakin gelap. Namun, operasi pencarian tak berhenti.
"Kami optimalkan semua sumber daya. Tim masih terus menyisir area aliran gorong-gorong dan drainase," tegas Fazzli.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda keberadaan bocah dua tahun itu. Suasana di lokasi masih dibayangi isak tangis keluarga dan kesigapan tim penyelamat yang terus berharap.
Komentar Via Facebook :