Kritik adalah Nafas Demokrasi, Tapi Harus Membangun Bukan Meruntuhkan
Situasi demonstrasi mahasiswa di kawasan Bundaran HI, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, Dukuh Atas, Jakarta Pusat, mulai ricuh saat aparat kepolisian bergerak maju dan memukul mundur massa aksi pada Jumat (12/6/2026).
Jakarta, Batamnews – Kepala Staf Presiden (KSP), Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih bijaksana dalam menyampaikan aspirasi. Ajakan itu disampaikan melalui akun resmi Instagram @kantorstafpresidenri, Jumat, 12 Juni 2026.
Menurut Dudung, penyampaian aspirasi, termasuk melalui aksi demonstrasi, harus dilakukan dengan cara yang menghargai perbedaan pendapat di ruang publik. Ia menegaskan bahwa pemerintah selama ini selalu membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat dan kritik.
"Kita semua dituntut untuk lebih bijaksana dalam menyampaikan pendapat dan kritik. Pemerintah selalu membuka ruang untuk masyarakat menyampaikan pendapat termasuk kritik," ujar Dudung dalam keterangannya.
Baca juga: Polres Karimun Musnahkan 95 Gram Sabu, 100 Butir Ekstasi, dan 135 Gram Vape Liquid Beretomidat
Dia menilai bahwa kritik yang disampaikan dalam aksi unjuk rasa merupakan bagian dari nafas demokrasi. Namun demikian, ia mengingatkan agar kritik tersebut tidak disulut oleh provokasi.
Lebih lanjut, mantan KSAD ini menekankan bahwa kritik yang disampaikan masyarakat seharusnya menjadi solusi untuk membangun bangsa. Sebaliknya, jika kritik didasari oleh provokasi dan fitnah, hanya akan membawa kehancuran.
"Jangan samakan kritik dengan provokasi, fitnah, dan adu domba yang dapat merusak persaudaraan kita sebagai bangsa," tegasnya.
Pernyataan ini disampaikan Dudung sebagai respons terhadap penyampaian pendapat dan kritik dari sejumlah kelompok mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia. Ia berharap masyarakat dapat menjaga demokrasi tetap produktif dan tidak merusak persatuan.
Komentar Via Facebook :