Viral Warga Marah di Disdukcapil Begini Kata Kepala Dinas

Nomor Antrean Dilompati Petugas, Warga Ngamuk di Disdukcapil Batam: "Saya Pengacara!"

Nomor Antrean Dilompati Petugas, Warga Ngamuk di Disdukcapil Batam: "Saya Pengacara!"

Tangkapan layar video viral warga mengamuk di Kantor Disduk Capil Kota Batam.

Nurjali

Batam, Batamnews – Suasana di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam mendadak tegang. Seorang pria meluapkan amarahnya di depan loket pelayanan. Ia kesal karena nomor antreannya diduga dilompati petugas.

Kejadian itu terekam dalam video amatir yang diunggah akun @adv.fatihulu.97. Dalam rekaman, tampak pria berkaus garis hitam putih berdiri di depan meja pelayanan. Ia memprotes dengan suara keras.

Pria itu mengaku sudah menunggu lama dan mengikuti prosedur. Namun petugas justru melayani antrean nomor 18. Sementara dirinya diabaikan.

Baca juga: Pemko Batam Targetkan Pajak Listrik Rp437 Miliar pada 2026

"Bapak langsung 18. Enggak boleh gitu. Dia siapa rupanya? Bukan siapa-siapa," katanya dengan nada tinggi.

Beberapa petugas berusaha menenangkan. Namun emosi pria itu sudah memuncak. Ia mengingatkan para pegawai bahwa mereka bekerja untuk melayani rakyat.

"Kalian digaji dari uang rakyat. Dari tadi saya duduk di sini. Saya ikuti prosedur," tegasnya.

Pria itu juga menyebut dirinya mengerti hukum. Ia mengaku seorang pengacara. Ia menolak diminta keluar sebelum mendapat penjelasan logis.

"Jangan lompat-lompat. Kalau bicara prosedur, ayo bicara prosedur. Saya orang hukum," ujarnya.

Kepala Disdukcapil Kota Batam, Sei Miranthi Adisthy, angkat bicara terkait insiden tersebut. Ia mengatakan pihaknya sedang menelusuri akar masalah.

"Kami sedang meminta laporan lengkap dari tim teknis yang bertugas saat itu," ujarnya.

Ia menjelaskan saat kejadian dirinya tengah menghadiri rapat di Badan Kepegawaian. Namun dari rekaman CCTV, petugas terlihat berusaha menenangkan situasi.

"Dinas Dukcapil Kota Batam sangat terbuka terhadap koreksi dan masukan," kata Sei Miranthi.

Baca juga: Wako Batam Amsakar: Investasi Rempang Harus Serap Tenaga Kerja Lokal

Ia memastikan pelayanan tetap berjalan normal. Masyarakat lain yang berada di lokasi tetap tenang dan terlayani dengan baik.

"Jika ditemukan pelanggaran etika, tentu akan ada evaluasi internal," tambahnya.

Pihak Disdukcapil berjanji menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi. Mereka akan meningkatkan standar prosedur operasional dan etika pelayanan ke depan.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :