Dua Pendaki Singapura Ditemukan Meninggal Tertimbun Material Vulkanik Gunung Dukono

Dua Pendaki Singapura Ditemukan Meninggal Tertimbun Material Vulkanik Gunung Dukono

Tim SAR gabungan akhirnya menemukan dua warga negara Singapura. (Basarnas)

Nurjali

Batam, Batamnews - Tim SAR gabungan akhirnya menemukan dua warga negara Singapura yang hilang saat mendaki Gunung Dukono di Maluku Utara. Keduanya ditemukan dalam kondisi tewas, tertimbun material vulkanik yang tebal.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menceritakan proses pencarian itu berlangsung lebih terarah pada hari ketiga. Sebab, sehari sebelumnya tim sudah menandai lokasi dugaan korban dengan koordinat GPS.

"Proses pencarian pada hari ketiga berlangsung lebih terarah setelah sebelumnya tim gabungan menandai titik yang diduga lokasi korban tertimbun material pasir vulkanik menggunakan koordinat GPS pada operasi pencarian sehari sebelumnya," ujar Abdul dalam keterangan tertulis, Minggu, 10 Mei 2026.

Baca juga: Dua WNA Singapura Meninggal Saat Erupsi Gunung Dukono Hari Ini, 5 Pendaki Masih di Puncak

Dua jasad tersebut ditemukan tidak jauh dari lokasi penemuan pendaki bernama Enjel, warga negara Indonesia, yang lebih dulu ditemukan pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Namun, proses evakuasi dua jenazah warga Singapura itu tidak mudah. Abdul mengakui tim sempat menghadapi kendala di lapangan.

"Proses evakuasi dua jenazah terakhir sempat mengalami kendala karena posisi korban tertimbun material vulkanik dengan ketebalan dan kedalaman yang cukup signifikan," jelasnya.

Selain itu, Gunung Dukono masih terus erupsi secara fluktuatif. Kondisi ini memaksa tim SAR gabungan bekerja ekstra hati-hati.

"Tim SAR gabungan harus melakukan proses evakuasi secara hati-hati dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan personel di lapangan," tambah Abdul.

Operasi pencarian dan evakuasi ini melibatkan 98 personel dari berbagai institusi. Mulai dari Basarnas, BPBD Kabupaten Halmahera Utara, TNI AD, TNI AL, Polairud, Brimobda, ERT Gosowong, PMI, hingga masyarakat setempat.

Baca juga: Dari Bintan ke Singapura: Kepri Satu-Satunya Provinsi di Indonesia yang Ekspor Ayam Hidup

Dengan ditemukannya dua pendaki asal Singapura itu, total tiga orang tewas dalam musibah ini. Mereka adalah:

  • Enjel (WNI)
  • Heng Wen Qiang Timothy (30 tahun, WN Singapura)
  • Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (27 tahun, WN Singapura)

Selain tiga korban tewas, tim SAR sebelumnya juga telah menyelamatkan 17 pendaki lain. Operasi pencarian resmi ditutup.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara sebenarnya sudah menutup total aktivitas pendakian Gunung Dukono sejak 17 April 2026. Namun, insiden ini tetap terjadi.

Ke depan, pemerintah berjanji akan memperketat pengawasan. Setelah peristiwa ini, tidak ada lagi pendakian yang diizinkan hingga situasi dinyatakan aman.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :