Polisi Ringkus Pelaku Penusukan di Batam, Berawal Sakit Hati di Tempat Kerja
Pelaku Penikaman di Kawasan Nagoya Thamrin City, Lubuk Baja, Batam, Ditangkap Tim Gabungan. (Foto. Istimewa).
Batam, Batamnews – Insiden penusukan terjadi di kawasan Blok C Komplek Nagoya Thamrin City, Kelurahan Lubuk Baja Kota, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, pada Kamis (23/4/2026) malam sekitar pukul 22.05 WIB. Peristiwa tersebut dipicu oleh konflik pribadi antara dua rekan kerja yang berujung aksi kekerasan menggunakan senjata tajam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku bernama Anton (22) mendatangi korban Fidra (25) yang saat itu baru pulang kerja. Tanpa banyak percakapan, pelaku langsung menghampiri korban dan mengajaknya berkelahi.
Dalam situasi tersebut, pelaku kemudian mengeluarkan senjata tajam jenis karambit dan menyabet lengan kiri korban. Korban sempat melakukan perlawanan dengan melempar batu ke arah pelaku sebelum berusaha melarikan diri.
Namun, pelaku terus mengejar dan kembali menyerang korban dengan menusuk bagian perut dan pinggang sebelum akhirnya melarikan diri dari lokasi kejadian.
Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Deni Langie, menjelaskan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian tersebut.
“Begitu kami menerima informasi terkait peristiwa penikaman, tim gabungan Opsnal Jatanras Polda Kepri dan Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap terduga pelaku,” ujarnya kepada batamnews.co.id, Jumat (24/4/2026).
Dari hasil penyelidikan, keberadaan pelaku diketahui berada di wilayah Punggur, Kecamatan Nongsa. Tim gabungan kemudian bergerak cepat menuju lokasi tersebut.
“Dalam waktu kurang dari lima jam, tepatnya pada Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 02.15 WIB, terduga pelaku berhasil kami amankan di daerah Punggur tanpa perlawanan,” pungkasnya.
Selanjutnya, pelaku langsung dibawa ke Polsek Lubuk Baja untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Lebih lanjut, Kompol Deni mengungkapkan bahwa motif penyerangan dipicu oleh rasa sakit hati pelaku terhadap korban. Keduanya diketahui bekerja di tempat yang sama, yakni salah satu food market di kawasan Nagoya Thamrin.
“Motifnya karena pelaku merasa sakit hati dan kesal terhadap korban. Sebelumnya mereka sempat cekcok terkait pembagian waktu istirahat kerja, dan pelaku mengaku merasa dibully oleh korban sehingga emosi dan melakukan penganiayaan,” ungkap Kompol Deni.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian guna proses penyidikan lebih lanjut, termasuk melengkapi berkas perkara dan mendalami keterangan para saksi.
Komentar Via Facebook :