Banyak Memakan Korban Karena Jalan Rusak, Dinas Bina Marga Akan Lapor BP
Lubang menganga yang membuat pengendara terjatuh. (Foto: Asrul/Batamnews)
Batam, Batamnews – Kondisi infrastruktur jalan raya di Kota Batam kembali menjadi sorotan tajam setelah sejumlah pengendara sepeda motor menjadi korban kecelakaan akibat jalan berlubang di kawasan Bukit Daeng, Tembesi.
Dalam rekaman video oleh batamnews yang beredar luas, terlihat situasi mencekam di lokasi kejadian pada malam hari. Lubang yang menganga di tengah jalan tersebut mengakibatkan setidaknya tiga orang pengendara jatuh dan mengalami luka-luka.
Kendaraan para korban tampak ringsek parah pada bagian depan, menandakan kerasnya benturan saat menghantam lubang.
Kekecewaan warga memuncak bukan hanya karena kondisi jalan, melainkan respons dari pihak terkait yang dinilai lamban dan birokratis.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Bina Marga, Metra Dinata, memberikan pernyataan bahwa pihaknya akan berkomunikasi dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam selaku pemegang aset jalan tersebut.
"Segera kami koordinasikan dengan BP Batam," ujar Metra Dinata dengan pesan singkat kepada batamnews.co.id, Selasa (3/3/2026).
Pernyataan ini sontak memicu keresahan dan kritik pedas dari masyarakat. Warga menilai, dalam situasi darurat di mana nyawa pengendara menjadi taruhannya, pemerintah seharusnya melakukan tindakan taktis berupa penambalan darurat atau pemasangan rambu peringatan segera, bukan sekadar melempar tanggung jawab birokrasi dengan alasan koordinasi.
"Harusnya tindak cepat, apalagi sudah memakan korban begitu. Bukan malah lapor dulu baru gerak. Keburu ada korban jiwa," ujar Hadi.
Dalam video kejadian, terdengar jelas suara perekam yang meluapkan emosinya melihat kondisi rekan-rekannya yang berserak di jalanan. Ia menyindir status Batam yang digadang-gadang sebagai kota modern namun membiarkan lubang mematikan di jalan protokol.
"Lubang sekecil ini loh... Kota Batam, Kota Maju. Kacau ya ampun," keluh warga dalam video tersebut sembari menunjuk lubang yang menjadi biang kerok kecelakaan.
Perekam video juga memperlihatkan kondisi motor korban yang hancur dan menekankan jumlah korban yang jatuh di lokasi yang sama dalam waktu berdekatan.
"Tiga jawabnya (korbannya). Banyak orang berserak di sini. Tolonglah, segini aja loh (lubangnya)," tambahnya dengan nada putus asa.
Insiden di Bukit Daeng ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah. Masyarakat mendesak agar ego sektoral antara Pemko dan BP Batam dikesampingkan demi keselamatan warga.
Menunggu koordinasi di atas meja sementara jalanan terus memakan korban dinilai sebagai bentuk kelalaian fatal dalam pelayanan publik.
Komentar Via Facebook :