Konflik Iran Vs As-Israel Memanas, KBRI Riyadh Imbau WNI Tetap Tenang dan Waspada
Ilustrasi.
Batam, Batamnews – Eskalasi konflik di Timur Tengah kian memanas. Serangan militer gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah titik strategis di Iran mengejutkan dunia internasional dan memicu kewaspadaan banyak negara, termasuk Indonesia.
Menyikapi perkembangan tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh bergerak cepat. Melalui imbauan resmi, seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.
Dalam surat imbauan bernomor 016/PSOSBUD/II/2026/RYD yang diterbitkan pada Sabtu (28/02/2026), KBRI Riyadh meminta WNI untuk terus memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
“Kami mengimbau seluruh WNI di Arab Saudi untuk tetap tenang dan tidak panik, namun senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi di sekitar domisili masing-masing,” demikian bunyi imbauan resmi KBRI Riyadh.
Selain menjaga ketenangan, WNI juga diminta selektif dalam menerima informasi. Akses hanya pada sumber resmi dan patuhi arahan dari otoritas setempat maupun pihak kedutaan.
“WNI diharapkan memantau informasi dari sumber resmi dan terpercaya, serta senantiasa mematuhi arahan dan imbauan dari otoritas Pemerintah Arab Saudi dan KBRI Riyadh,” lanjut pernyataan tersebut.
KBRI juga mengingatkan pentingnya lapor diri melalui laman resmi Kementerian Luar Negeri. Bagi WNI yang belum terdaftar, diminta segera melakukan registrasi melalui situs Peduli WNI.
“Bagi WNI yang belum melakukan lapor diri, agar segera mendaftarkan diri melalui laman https://peduliwni.kemlu.go.id,” tulis KBRI Riyadh.
Tak hanya itu, WNI dianjurkan bergabung dalam grup komunikasi resmi paguyuban di wilayah masing-masing guna memudahkan koordinasi serta penyampaian informasi dari pihak kedutaan.
Dalam imbauan tersebut, KBRI juga menekankan pentingnya kesiapan dokumen pribadi. Paspor, iqama, dan dokumen identitas lainnya harus disimpan dengan baik, baik dalam bentuk fisik maupun digital.
“Menyiapkan dan menyimpan dokumen penting seperti paspor, iqama, dan dokumen identitas lainnya dalam bentuk fisik dan digital yang mudah diakses jika diperlukan sewaktu-waktu,” tulis KBRI.
WNI juga diminta menunda perjalanan yang tidak mendesak ke wilayah yang berpotensi terdampak situasi keamanan. Bagi yang memiliki jadwal penerbangan, disarankan segera menghubungi maskapai untuk memperoleh informasi terbaru.
Dalam kondisi darurat, WNI dapat menghubungi hotline KBRI Riyadh melalui WhatsApp di nomor +966 569173990.
“KBRI Riyadh terus memantau perkembangan situasi secara saksama dan berkoordinasi dengan otoritas terkait. Informasi lanjutan akan segera disampaikan apabila terdapat hal-hal yang memerlukan perhatian lebih lanjut dari WNI,” demikian penegasan KBRI Riyadh.

Komentar Via Facebook :