Polisi Dalami Kematian Bendahara RSBP Batam di Perairan Galang, Dugaan Sementara Bunuh Diri
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol M Debby Tri Andrestian. (Foto: Tommy Purniawan/Batamnews)
Batam, Batamnews – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Barelang masih mendalami kasus kematian Sapto Agus Nugroho, Bendahara Keuangan BP Batam yang bertugas di Rumah Sakit BP Batam, yang ditemukan meninggal dunia di Perairan Air Dapur Luar, Galang Baru, Senin (16/2/2026).
Korban pertama kali ditemukan oleh nelayan saat mengangkat bubu ikan.
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol M Debby Tri Andrestian, menyampaikan bahwa penyelidikan masih terus berjalan. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, baik dari pihak keluarga maupun warga yang menemukan jasad korban.
"Sejumlah saksi sudah kita periksa, dugaan sementara korban meninggal karena bunuh diri," katanya, Kamis (19/2/2026) sore.
Debby menjelaskan, dugaan tersebut didasarkan pada hasil visum yang tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, pihaknya tetap membuka ruang bagi keluarga atau pihak lain yang merasa ada kejanggalan.
"Kalau ada kejanggalan atas kematian korban, siapapun bisa membuat laporan dengan membawa bukti kejanggalan tersebut," ujarnya.
Ia menegaskan, penyelidikan terus dilakukan dengan mendalami barang bukti yang ada, termasuk telepon genggam korban serta keterangan para saksi.
Sebelumnya, Kapolsek Galang, Iptu Hendrizal, menjelaskan bahwa jasad korban ditemukan seorang nelayan yang hendak mengangkat bubu atau perangkap ikan. Saat bubu ditarik ke permukaan, nelayan merasakan beban yang tidak biasa.
"Setelah dicek, nelayan mendapati sesosok tubuh pria tersangkut di dalam perangkap, sehingga temuan itu segera dilaporkan ke aparat setempat," katanya.
Berdasarkan keterangan awal, kondisi jasad korban saat ditemukan sudah dalam keadaan membengkak. Polisi memperkirakan korban telah berada di laut selama beberapa hari sebelum akhirnya tersangkut di bubu.
"Korban ditemukan dalam kondisi sudah membengkak, diperkirakan sudah beberapa hari berada di perairan sebelum ditemukan,” ujarnya.
Saat ditemukan, korban mengenakan kaos. Namun, tidak ditemukan identitas diri maupun ciri-ciri khusus yang dapat diumumkan kepada publik karena jasad langsung dievakuasi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
"Tidak ada identitas di tubuh korban dan korban sudah kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara," katanya.

Komentar Via Facebook :