Jemaat GMI Gloria Batam Serukan Transparansi, Minta Bantuan Wali Kota
Suasana internal Gereja Methodist Indonesia (GMI) Gloria Batam memanas. (Foto: tangkapan layar video)
Batam, Batamnews – Suasana internal Gereja Methodist Indonesia (GMI) Gloria Batam memanas. Sejumlah jemaat menyampaikan keprihatinan mereka secara terbuka lewat media sosial, menuntut transparansi keuangan dan kejelasan sejumlah kebijakan gereja yang dinilai janggal.
“Jemaat ricuh karena dana hibah dan keuangan gereja GMI Gloria Bengkong tidak transparan oleh pdt dan majelis gereja,” ujar Frans menghubungi Batamnews.co.id.
Tagar #savegmigloria dan seruan langsung kepada Wali Kota Batam menjadi viral setelah video TikTok berdurasi pendek menyebar luas, menampilkan suara kekecewaan jemaat.
Frans, mengatakan, setidaknya terdapat empat poin penting yang menjadi sorotan:
Penundaan Mendadak Konferensi Jemaat (KonJem)
Awalnya dijadwalkan pada 4 Mei 2025, pelaksanaan KonJem yang merupakan forum penting evaluasi dan perencanaan gereja, ditunda tiba-tiba tanpa penjelasan ke tanggal 6 Juli 2025. Hal ini menimbulkan spekulasi dan keresahan di antara jemaat.
Dana Hibah Pemerintah Rp400 Juta Tak Jelas Realisasi
Sejak 2023, GMI Gloria menerima hibah dari pemerintah senilai Rp400 juta untuk pembelian kursi dan kebutuhan fasilitas ibadah. Namun, hingga kini tidak ada kejelasan dokumentasi dan penggunaan dana tersebut.
Minimnya Transparansi Keuangan Gereja
Jemaat juga menyayangkan tidak adanya laporan keuangan rutin yang disampaikan secara terbuka, terutama terkait penggunaan dana hibah. Hal ini memunculkan keraguan dan kekhawatiran terhadap pengelolaan keuangan gereja.
Pembangunan Sopo Godang Dapur 12 Dinilai Dipaksakan
Proyek senilai Rp1,6 miliar ini dirasa terlalu dipaksakan. Metode penggalangan dan beban biaya yang dikenakan memicu keberatan dari sebagian jemaat.
Protes itu juga disebarkan di medsos.
"Ibadah pun sudah ricuh. Kami sudah lama tidak ke gereja karena keuangan gereja sudah tidak terbuka. Tolong Pak Wali Kota dan Ibu Wali Kota, selamatkan kami. Plisss... plissss..."
Dalam pernyataan terbuka, jemaat menegaskan bahwa mereka tidak bermaksud memecah belah, namun mendambakan transparansi dan akuntabilitas sebagai bagian dari integritas pelayanan. Mereka berharap adanya klarifikasi dari pimpinan gereja dan langkah nyata untuk memulihkan kepercayaan jemaat.
Komentar Via Facebook :